Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Implementasi Robot Belangkas di SDIT Bustanul Ulum dan TK Ar-Royyan Pekanbaru

Administrator • Kamis, 18 Agustus 2022 | 09:53 WIB
Tim peneliti foto bersama dengan mitra penelitian usai pelaksanaan pendidikan implementasi robot belangkas, baru baru ini.
Tim peneliti foto bersama dengan mitra penelitian usai pelaksanaan pendidikan implementasi robot belangkas, baru baru ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kemdikbud Ristek melalui hibah Program Riset Keilmuan Skema Mandiri mempercayakan kepada tim riset terdiri Ketua Pelaksana Uci Rahmalisa SKom MTI dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) dan anggota tim Arie Linarta SKom MKom dari STMIK Dumai Dr Sri Yulani MPd dari Universitas Islam Riau. Terbentuk di 2021 untuk  pelaksanaan 2022 dengan tema "Robot Belangkas sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Calistung pada Anak Usia Dini".

Ketua Pelaksana Uci Ramalisa SKom MTI kepada Riau Pos mengatakan, kegiatan berlangsung  Jumat (5/8). Dilaksanakan pengujian dan implementasi terhadap perwakilan lima guru dan 48 anak untuk penggunaan robot bengkalas atau belajar ringkas. Dihadiri Ketua Yayasan TKIT Ar-Royyan Kids yang diwakili Yeni Yusnita MPd dan Kepala SDIT Bustanul Ulum Firdaus SPd.

Tujuan penelitian adalah membuat media alternatif pembelajaran pada anak menggunakan robot,  mengajak anak berkolaborasi, menyusun sederetan instruksi pada robot untuk melakukan aktivitas pembelajaran melalui pengenalan angka, huruf, dan gambar. Mengasah logika berfikir dan menarik minat anak untuk belajar membaca, menulis dan berhitung. Anak juga dapat mengikuti pembelajaran secara individu maupun berkelompok, sehingga meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak.

Permasalahan yang menjadi perhatian adalah sulitnya anak untuk diajak konsentrasi saat belajar dan yang masuk SD tanpa pendidikan TK, kesulitan membaca, menulis dan berhitung (calistung). Ini berdampak terlambatnya anak memahami materi pembelajaran. ‘’Proses daring yang lalu kurang efektif. Anak sulit diajak fokus apa yang diberikan,’’ terangnya. Selanjutnya,  anak sering terpapar gadget sehingga berdampak negatif terhadap perkembangan motorik kasar dan halusnya. Durasi pemakaian yang lama dan sering menimbulkan kecanduan pada gadget, perkembangan anak jadi kurang optimal dan emosional tidak terkontrol dan memicu stres dini.(nto/c)

Editor : Administrator