Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tim PKM PCR Lakukan Pendampingan Integrasi AI dan Coding dalam Pembelajaran STEAM

Henny Elyati • Kamis, 9 Oktober 2025 | 23:25 WIB
Tim PKM PCR memberikan materi AI dan Coding kepada guru-guru di kampus PCR, baru-baru ini.
Tim PKM PCR memberikan materi AI dan Coding kepada guru-guru di kampus PCR, baru-baru ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pendidikan di Indonesia terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Di tengah arus revolusi industri 4.0 dan society 5.0, guru tidak lagi sekadar berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu membekali siswa dengan keterampilan abad 21 yakni berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, dan tentunya literasi digital.

Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Politeknik Caltex Riau (PCR) bersama guru-guru mitra sekolah menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Guru dalam Mengintegrasikan AI dan Coding dalam Pembelajaran STEAM.”

Ketua PKM PCR Warnia Nengsih menjelaskan, kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sudah mendorong pengenalan coding dan kecerdasan buatan (AI) sejak jenjang sekolah dasar (SD) hingga menengah. Namun, masih banyak guru yang merasa kesulitan memahami istilah maupun penerapan teknologi ini di kelas.

‘’Guru harus merasakan langsung, bukan hanya teori. Karena itu kami menggunakan pendekatan hands-on training agar peserta bisa langsung mencoba dan menerapkan di kelas,’’ ujar Warnia kepada Riaupos.co, Kamis (9/10/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (27/9/2025) di kampus PCR ini berlangsung dalam tiga tahap utama yakni pengenalan STEAM, AI, dan Coding. Dimana guru diperkenalkan dengan dasar pemrograman Python, konsep kecerdasan buatan sederhana, dan filosofi pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).

Tahap kedua yakni workshop praktik coding. Dimana guru berlatih membuat program sederhana, mulai dari chatbot berbasis teks hingga aplikasi mini yang relevan dengan materi pelajaran.

Tahap ketiga yakni integrasi dalam RPP/modul ajar. Peserta menyusun rencana pembelajaran berbasis proyek yang menggabungkan sains, seni, matematika, dan teknologi digital.

‘’Program ini sejalan dengan agenda transformasi digital pendidikan nasional dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4 tentang pendidikan berkualitas serta SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan,’’ sebut Warnia.

Dipaparkan Warnia, integrasi AI dan coding dalam pembelajaran bukan hanya tren global, melainkan kebutuhan mendesak. Dengan pendampingan yang terstruktur, guru dapat bertransformasi menjadi agen perubahan yang siap menyiapkan generasi muda menghadapi dunia digital. (hen)

Editor : M. Erizal
#Integrasi AI #dosen pcr #pengabdian masyarakat #pcr