Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Optimalisasi Pasir Kuarsa Lokal untuk Proppant, Tim UIR Gelar PKM di SMK MBMR

Herianto Baserah • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:20 WIB
Tim PKM UIR foto bersama pimpinan sekolah dan siswa SMK Migas Bumi Melayu Riau usai memberikan materi, Kamis (12/12/2025).
Tim PKM UIR foto bersama pimpinan sekolah dan siswa SMK Migas Bumi Melayu Riau usai memberikan materi, Kamis (12/12/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim dosen Universitas Islam Riau (UIR) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema Optimalisasi Pasir Kuarsa Lokal sebagai Material Proppant dalam Hydraulic Fracturing: Studi Edukatif di SMK Migas Bumi Melayu Riau, Kamis (12/12/2025). Kegiatan yang didanai melalui skema Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) ini menyasar siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai upaya peningkatan pemahaman teknologi perminyakan berbasis potensi lokal.

Kegiatan PKM tersebut dipusatkan di SMK Migas Bumi Melayu Riau (MBMR), beralamat di Jalan Karya Bersama, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Sasaran utama kegiatan adalah siswa konsentrasi Teknik Produksi Minyak dan Gas Bumi. Melalui pendekatan edukatif, tim PKM mengenalkan konsep hydraulic fracturing sebagai salah satu metode peningkatan permeabilitas pada reservoir dengan kualitas rendah, sekaligus mengulas peran penting material proppant dalam menjaga agar rekahan tetap terbuka. Dalam pemaparan materi, tim PKM juga memperkenalkan hasil penelitian terkait pemanfaatan pasir kuarsa lokal, khususnya yang berasal dari wilayah Pulau Rupat, sebagai alternatif material proppant.

Ketua tim PKM Ir Novrianti ST MT menjelaskan, bahwa hydraulic fracturing merupakan teknologi yang kompleks dan melibatkan sejumlah parameter utama, antara lain fluida perekah dan proppant. Pada kegiatan ini, pembahasan difokuskan pada proppant karena perannya yang krusial dalam keberhasilan proses rekahan. “Proppant berfungsi menahan rekahan agar tidak menutup kembali setelah tekanan dihentikan. Oleh karena itu, pemilihan material proppant yang tepat sangat menentukan peningkatan permeabilitas formasi,” ujarnya.

Anggota tim PKM terdiri atas Ir Richa Melysa ST MT dan Dr Selvi Harvia Santri SH MH dengan dukungan mahasiswa M Tegar Satria Pratama dan Leo Edoardo Panjaitan. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran kontekstual, sekaligus sarana transfer pengetahuan antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi. Menurut Ir Novrianti, pendekatan edukatif yang digunakan dalam PKM ini bertujuan menjembatani teori yang dipelajari di bangku sekolah dengan praktik dan riset yang berkembang di perguruan tinggi. “Kami ingin siswa tidak hanya mengenal istilah hydraulic fracturing secara teoritis, tetapi juga memahami prinsip kerjanya, parameter yang memengaruhi, serta peluang riset yang dapat dikembangkan dari sumber daya lokal,” katanya.

Disebutkannya, kajian ini dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki sumber daya pasir kuarsa melimpah, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dalam industri migas. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa bahan lokal berpotensi dikembangkan menjadi material strategis apabila memenuhi kriteria teknis tertentu. Ke depan, tim PKM Universitas Islam Riau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai sarana edukasi, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kompetensi lulusan SMK migas. Dengan sinergi antara dunia akademik dan pendidikan vokasi, diharapkan lahir sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri energi nasional.(nto/c)

Editor : Arif Oktafian
#uir #Pasir kuarsa #smk #PKM