Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa Minta Bupati Copot Kadisdagprin Bengkalis 

A
Penulis: Abu Kasim❯
Ketua Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Bengkalis Syahrul Mizan (duduk paling kanan) saat menyampaikan pernyataan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi DPRD Bengkalis, Senin (6/4/2026). (abu kasim)
Ketua Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Bengkalis Syahrul Mizan (duduk paling kanan) saat menyampaikan pernyataan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi DPRD Bengkalis, Senin (6/4/2026). (abu kasim)

Advertisement

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan komisi-komisi DPRD Bengkalis berlangsung panas, Senin (6/4). Pasalnya dalam rapat tersebut selain dihadiri pimpinan komisi dan perwakilan pemerintah, juga dihadiri ketua organisasi mahasiswa. 

Rapat yang dipimpin Anggota Komisi III DPRD Bengkalis Fakhtiar Kodri berlangsung memanas. Perwakilan Pemkab Bengkalis dihadiri Asisten 1 Setdakab Ed Efendi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisdagprin) Zulpan bersama para kepala bidang mendapat “serangan” dari mahasiswa, karena persoalan masyarakat yang sulit mendapatkan BBM bersubsidi.

Advertisement

Dalam rapat yang dihadiri Wakil Ketua 3 DPRD H Misno, Hendra Jeje, Firman, Lorensois, Fery Situmeang dari Komisi 2. Sedangkan Komisi 4 dihadiri Isa Selamat, Syakib Arsalan, dan dari Komisi 1 dihadiri H Zamzami. 

“Saat ini kondisi di lapangan dan realitasnya masyarakat sangat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis pertalite,” kata Fakhtiar Qodri.

Advertisement

Saat perwakilan mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Seperti yang disampaikan Ketua Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)Kabupaten Bengkalis Syahrul Mizan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan di lapangan, khususnya disaat masyarakat sulit mendapatkan BBM jenis pertalite.

“Masyarakat berjemur dalam antrean panjang untuk mendapatkan BBM. Dikatakan BBM cukup dan tersedia, tapi anehnya kenapa terjadi antrean panjang setiap hari. Ini artinya Kadisdagprin tak mampu bekerja mengatasi persoalan berat masyarakat,” tegas Mizan.

Makanya ia meminta  agar Kadisdagprin Bengkalis Zulpan mengundurkan diri secara sukarela atau meminta Bupati Bengkalis mencopot jabatannya. Karena solusi yang disampaikan adalah masalah teknis yang seharusnya bisa diselesaikan. 

“Apalagi pulau Bengkalis daerah 3T yang seharusnya menjadi daerah prioritas dan bukan mengikuti kehendak BPH Migas yang mau menya­makan pendistribusian ini dengan daerah pulau Sumatera,” jelasnya.

Asisten 1 Setdakab Bengkalis Ed Efendi menyampaikan, sesuai surat edaran BPH Migas yang tidak membolehkan penjual BBM dengan eceran. Di mana selama ini sudah disampaikan surat ke BPH Migas agar pemberlakukan melalui surat rekomendasi Kades sudah tidak berlaku.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Satlantas Polres Inhu Kolaborasi dengan Sejumlah Organisasi Mahasiswa dan Bagikan Bibit Pohon kepada Pengendara Tertib

Satlantas Polres Inhu Kolaborasi dengan Sejumlah Organisasi Mahasiswa dan Bagikan Bibit Pohon kepada Pengendara Tertib

Pengendara tertib lalu lintas diberi bibit pohon oleh Satlantas Polres Inhu. Kegiatan ini mendungkung untuk mendukung program Green Policing

Harga Cabai Merah Mulai Normal di Bengkalis, Giliran Harga Sayur yang Naik

Harga Cabai Merah Mulai Normal di Bengkalis, Giliran Harga Sayur yang Naik

Harga cabai merah keriting asal Bukittinggi Sumatera Barat (Sumbar) dan cabai lokal mulai stabil di Pasar Terubuk Bengkalis.

Lapas Bengkalis Lakukan Penguatan Tugas dan Fungsi Pengamanan 

Lapas Bengkalis Lakukan Penguatan Tugas dan Fungsi Pengamanan 

Lapas Bengkalis melakukan penguatan lembaga melalui Evaluasi dan Penguatan Tugas serta Fungsi Pengamanan yang dilaksanakan secara daring

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer