Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Cabai Merah Mulai Normal di Bengkalis, Giliran Harga Sayur yang Naik

A
Penulis: Abu Kasim❯
Harga cabai keriting asal Bukittinggi Sumbar mulai normal dan mengalami penurunan sedikit lebih murah dibanding dua pekan sebelumnya di Pasar Terubuk Bengkalis, Selasa (3/11/2026).(Abu Kasim/Riaupos.co)
Harga cabai keriting asal Bukittinggi Sumbar mulai normal dan mengalami penurunan sedikit lebih murah dibanding dua pekan sebelumnya di Pasar Terubuk Bengkalis, Selasa (3/11/2026).(Abu Kasim/Riaupos.co)

Advertisement

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Setelah selama beberapa pekan mampu bertahan di harga tertinggi Rp120 ribu,  kini harga cabai merah kriting asal Bukittinggi Sumbar dan lokal mulai stabil di Pasar Terubuk Bengkalis. Namun sebaliknya, harga sayuran  lokal masih dijual dengan harga relatif tinggi, akibat terbatasnya pasokan dan pengaruh cuaca di daerah penghasil.

Yuni, salah seorang pedagang sayur di Pasar Terubuk Bengkalis mengatakan, harga cabai merah keriting saat ini berada pada kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram (kg). Harga tersebut turun dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kg.

Advertisement

Sementara itu, harga cabai rawit masih bertahan di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kg, dengan harga eceran tertinggi mencapai Rp80 ribu per kg.

Ia mengatakan, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah sayuran yang didatangkan dari Bukittinggi, seperti bunga kol, buncis, daun sop, dan bawang prei.

Advertisement

“Ya, kalau sayur-sayur asal Bukittinggi, mungkin karena cuaca musim hujan ada perubahan harga. Seperti bunga kol, buncis, daun sop, bawang prai mengalami kenaikan sedikit dari pekan sebelumnya,” jelasnya, Selasa (3/11/2026).

Selain sayuran dari luar daerah, pasokan sayuran lokal di Pasar Bengkalis juga masih terbatas. Kondisi ini dipengaruhi kemarau ekstrem yang terjadi sebelumnya sehingga banyak petani belum melakukan penanaman.

Meski saat ini petani mulai kembali menanam, hasil panen belum mencukupi kebutuhan pasar. Akibatnya, beberapa sayuran lokal seperti timun, pare, dan kacang panjang masih dijual dengan harga relatif tinggi.

Yuni mengatakan, sejumlah sayuran lokal masih mengalami kenaikan harga karena pasokannya belum kembali normal. Seperti bayam per ikatnya Rp5 ribu, sawi Rp10 ribu per ikat, periya Rp16 ribu per kg.

“Kalau untuk sayur-sayur lokal memang saat sekarang ini masih agak kurang. Mungkin faktor cuaca kemarau ekstrem kemarin, banyak yang belum menanam. Ini sudah mulai pada menanam, tetapi harga-harga masih tinggi,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

12 OPD Bengkalis Bakal Dilebur Jadi Enam

12 OPD Bengkalis Bakal Dilebur Jadi Enam

Di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan secara besar-besaran oleh pemerintah pusat, membuat daerah harus ikat pinggang secara kencang

Siapkan Fitur Tambahan, E-Tiketing Roro Bengkalis Diuji Coba Secara Internal

Siapkan Fitur Tambahan, E-Tiketing Roro Bengkalis Diuji Coba Secara Internal

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis mulai mematangkan persiapan penerapan sistem tiket elektronik (e-tiketing) di Pelabuhan RoRo

Terkendala Teknis, Tiga SPPG di Pulau Bengkalis Tak Beroperasi

Terkendala Teknis, Tiga SPPG di Pulau Bengkalis Tak Beroperasi

Diduga akibat adanya kendala teknis masalah keuangan, tiga SPPG di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis untuk sementara tak beroperasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer