Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Titip Pesan Evaluasi Pemilu

Eko Faizin • Sabtu, 4 Mei 2019 | 10:12 WIB
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- ’’Saya berterima kasih atas perhatian Pak Arief (Budiman) selaku (ketua) KPU RI, meskipun itu tidak mengembalikan ayah saya’’. Itulah penuturan Evi Erwiyati, putri pertama Ketua KPPS 68 Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, Umar Madi, kemarin (3/5). Umar berpulang delapan hari setelah menyelesaikan pemungutan dan penghitungan suara di wilayahnya.

Beratnya menjadi petugas pemilu kali ini memang dirasakan seluruh lapisan penyelenggara. Termasuk Umar yang menjadi KPPS sejak Pemilu 2004. Di usianya yang sudah mencapai 65 tahun, dia masih harus menangani pemungutan dan penghitungan suara karena tidak ada lagi warga muda yang bersedia. ”Tapi beliau senang, karena pada dasarnya ayah saya suka dengan pekerjaan administrasi,” lanjutnya.

Kemarin Ketua KPU Arief Budiman melayat ke kediaman Umar. Kunjungan tersebut sekaligus menyampaikan santunan kepada keluarga di Jakarta itu. ’’Saya berharap pemilu yang akan datang tidak seperti ini lagi. Harus di-review dan diusut kenapa ini bisa terjadi,’’ tambahnya. Sementara itu, Arief menyatakan KPU masih terus mendata para petugasnya yang meninggal dan sakit. (byu/c17/fat/jpg)


Editor: Eko Faizin Editor : RP Eko Faizin
#kpu #pilpres #panwaslu #bawaslu #capres