JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mengecam keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2) waktu setempat.
Menurutnya, serangan tersebut bukan hanya menyasar simbol kepemimpinan sebuah negara berdaulat, tetapi juga menjadi preseden berbahaya dalam tata hubungan internasional.
“Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Ini adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia. Terlebih dilakukan di bulan suci Ramadan, hal ini melukai rasa keagamaan umat Islam dan mencederai kedaulatan serta otoritas negara lain,” kata Idrus kepada wartawan, Senin (2/3).
Idrus menilai pembunuhan terhadap seorang pemimpin negara melalui serangan militer terbuka berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan menyeret kekuatan global ke pusaran perang terbuka. Ia menegaskan, setiap negara memiliki kedaulatan yang wajib dihormati. Tindakan militer sepihak, merupakan bentuk pengingkaran terhadap prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Apapun dalihnya, pendekatan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia seharusnya bergerak menuju dialog, bukan dominasi militer,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak kemanusiaan akibat serangan tersebut. Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, serangan tidak hanya menargetkan fasilitas militer, tetapi juga memicu kerusakan luas di sejumlah wilayah strategis di Iran, termasuk kawasan Teheran. Korban sipil dilaporkan berjatuhan dan ribuan warga terpaksa mengungsi.(jpg)
Editor : Arif Oktafian