Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buka Akses Menuju Kepala Api, Alat Berat Dikerahkan

T
Penulis: Tim Redaksi❯
M Edy Afrizal. (Kepala BPBD Damkar Riau)
M Edy Afrizal. (Kepala BPBD Damkar Riau)

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, khususnya Kerumutan, Kabupaten Pelalawan yang terparah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka akses menuju kepala api (bagian depan kobaran api, red) menggunakan alat berat ekskavator.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, menyampaikan akses menuju bagian selatan kepala api masih menjadi perhatian dalam operasi pemadaman ini. 

Advertisement

“Penyekatan kepala api dilakukan di sisi selatan lokasi kebakaran. Selain itu, dilakukan pembukaan akses jalan menggunakan ekskavator dan pencucian kanal di sisi selatan,” ujarnya, Rabu (26/8). Lebih lanjut dikatakannya, lokasi tersebut merupakan kawasan gambut dengan status lahan hutan produksi.

Operasi melibatkan sejumlah unsur. “Di saat bersamaan, angin yang cukup kencang, cuaca panas ekstrem, ketersediaan bahan bakar yang masih potensial, dan karakteristik gambut yang dalam turut memengaruhi proses pemadaman,” jelasnya.

Advertisement

Meski menghadapi kondisi tersebut, perkembangan operasi menunjukkan hasil positif. Tim mencatat penjalaran kepala api aktif mulai melambat karena bahan bakar potensial di sekitar area kebakaran berkurang. “Strategi pemadaman berjalan sesuai rencana dan sinergi antar-stakeholder berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, ratusan personel gabungan dari berbagai instansi dan perusahaan swasta hingga kini terus mengerahkan seluruh tenaga untuk memadamkan Karhutla di Kerumutan. 

Kondisi medan gambut yang tebal serta tumpukan semak belukar yang mengering menjadikan area ini sangat rentan sekaligus membahayakan. Karhutla yang melanda kawasan Kerumutan tercatat telah membakar luas lahan hingga mencapai 969 hektare.

“Kendati medan terbilang ekstrem, kerja keras dari tim di lapangan mulai membuahkan hasil positif. Dari total luas lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare ti­tik api di antaranya berhasil dipadamkan dan dilokalisir,” ujarnya.

Tak hanya jajaran pemerintah dan aparat keamanan, aksi tanggap darurat ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak swasta.  “Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) turut menerjunkan armada regu pemadam kebakaran beserta peralatan medis dan evakuasi untuk membantu pemadaman, di Kerumutan dan Rantau Baru Kabupaten Pelalawan,” jelas Edy.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Udara Pekanbaru dan Pelalawan Sempat Berbahaya

Udara Pekanbaru dan Pelalawan Sempat Berbahaya

Kualitas udara Pekanbaru dan Pelalawan sempat berbahaya akibat kabut asap karhutla. Warga diminta membatasi aktivitas luar ruang.

Ratusan Hektare Lahan Terbakar, Pemkab Pelalawan Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla

Ratusan Hektare Lahan Terbakar, Pemkab Pelalawan Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla

Ratusan hektare lahan di Kabupaten Pelalawan kembali terbakar, Pemkab pun menetapkan status yanggap darurat karhutla di Negeri Seiya Sekata.

447 Titik Panas Terpantau di Riau, Terbanyak di Kabupaten Pelalawan, Kualitas Udara Berbahaya

447 Titik Panas Terpantau di Riau, Terbanyak di Kabupaten Pelalawan, Kualitas Udara Berbahaya

Provinsi Riau menjadi penyumbang kedua jumlah titik panas terbanyak di Sumatera dengan 447 titik, terbanyak di Kabupaten Pelalawan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer