
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, khususnya Kerumutan, Kabupaten Pelalawan yang terparah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka akses menuju kepala api (bagian depan kobaran api, red) menggunakan alat berat ekskavator.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, menyampaikan akses menuju bagian selatan kepala api masih menjadi perhatian dalam operasi pemadaman ini.
“Penyekatan kepala api dilakukan di sisi selatan lokasi kebakaran. Selain itu, dilakukan pembukaan akses jalan menggunakan ekskavator dan pencucian kanal di sisi selatan,” ujarnya, Rabu (26/8). Lebih lanjut dikatakannya, lokasi tersebut merupakan kawasan gambut dengan status lahan hutan produksi.
Baca Juga: Sepekan, 1.960 Warga Terserang ISPA
Operasi melibatkan sejumlah unsur. “Di saat bersamaan, angin yang cukup kencang, cuaca panas ekstrem, ketersediaan bahan bakar yang masih potensial, dan karakteristik gambut yang dalam turut memengaruhi proses pemadaman,” jelasnya.
Meski menghadapi kondisi tersebut, perkembangan operasi menunjukkan hasil positif. Tim mencatat penjalaran kepala api aktif mulai melambat karena bahan bakar potensial di sekitar area kebakaran berkurang. “Strategi pemadaman berjalan sesuai rencana dan sinergi antar-stakeholder berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, ratusan personel gabungan dari berbagai instansi dan perusahaan swasta hingga kini terus mengerahkan seluruh tenaga untuk memadamkan Karhutla di Kerumutan.
Kondisi medan gambut yang tebal serta tumpukan semak belukar yang mengering menjadikan area ini sangat rentan sekaligus membahayakan. Karhutla yang melanda kawasan Kerumutan tercatat telah membakar luas lahan hingga mencapai 969 hektare.
“Kendati medan terbilang ekstrem, kerja keras dari tim di lapangan mulai membuahkan hasil positif. Dari total luas lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare titik api di antaranya berhasil dipadamkan dan dilokalisir,” ujarnya.
Tak hanya jajaran pemerintah dan aparat keamanan, aksi tanggap darurat ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak swasta. “Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) turut menerjunkan armada regu pemadam kebakaran beserta peralatan medis dan evakuasi untuk membantu pemadaman, di Kerumutan dan Rantau Baru Kabupaten Pelalawan,” jelas Edy.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




