
(RIAUPOS.CO) - Upaya memperkuat perlindungan harimau sumatera dan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Provinsi Riau terus dilakukan melalui Integrated Tiger Habitat Conservation Programme (ITHCP) Fase IV.
Program ini berfokus pada pemantauan terpadu, perlindungan keanekaragaman hayati, serta penguatan penghidupan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Wishnu Sukmantoro, Program Manajer YAPEKA, mengatakan kegiatan tersebut salah satunya berfokus pada pemantauan harimau sumatera serta pengembangan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: DPRD Minta Perusahaan Berkontribusi Bangun Kuansing, Besok Akan Minta Komitmen Dua Perusahaan
"Hari ini kita sosialisasi dulu. Ke depan, kita akan hadir lagi di Rimbang Baling," katanya.
Pelaksanaan program tersebut diawali dengan kegiatan kick off meeting yang digelar Selasa (27/10/2026) di Kota Pekanbaru. Pertemuan ini menjadi forum sosialisasi, koordinasi, dan konsolidasi awal bersama para pemangku kepentingan.
Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling (SM BRBB) merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Provinsi Riau. Kawasan ini memiliki peran strategis dalam perlindungan harimau Sumatera dan pelestarian ekosistem serta mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal dan masyarakat adat.
Baca Juga: Oknum Polisi yang Sedang Rawat Jalan, Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandungnya di Sungai Apit Siak
Program ITHCP Fase IV didukung oleh IUCN/KfW dan YAPEKA. Program ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan kawasan konservasi secara kolaboratif, meningkatkan perlindungan keanekaragaman hayati, serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui pertemuan tersebut, para pemangku kepentingan diharapkan dapat menyelaraskan rencana kegiatan, memperkuat sinergi, dan menyepakati langkah tindak lanjut dalam mendukung konservasi harimau Sumatera serta pengembangan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling.(ilo)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




