Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

AKMR, Aktualisasi Visi Riau 2020

Redaksi • Selasa, 1 November 2011 | 07:42 WIB
PEKANBARU (RP)- Sebagai satu-satunya akademi yang fokus di bidang seni dan budaya (data Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta), Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) bertanggung jawab sebagai salah satu tonggak aktualisasi Visi Riau 2020.

Tepatnya pada Visi Riau untuk menjadi pusat seni dan budaya Melayu di Asia Tenggara.

Berbagai pihak baik pemerintah, para seniman dan tokoh masyarakat Riau menyampaikan harapan besar itu saat prosesi wisuda ke-5 AKMR yang dihelat di Hotel Grand Elite, Senin (31/10).

Yayasan Sagang yang kini menaungi AKMR, sejak awal berkesungguhan membantu Riau mewujudkan salah satu visi penting ini. Namun, seperti disebutkan Ketua Dewan Pembina Yayasan Sagang H Rida K Liamsi, itu perlu kerja sama berbagai pihak.

‘’Keseriusan Sagang mengembangkan AKMR ini tak lepas dari komitmen untuk membantu pemerintah mewujudkan Visi Riau menjadi pusat seni dan budaya Melayu. Keterlibatan ini juga membuat Sagang dapat berbuat lebih banyak dan memberi semangat pada dunia pendidikan seni dan budaya di Riau. Jika alumni berhasil menjalankan fungsinya sebagai pengembang seni dan budaya, bukan mustahil visi itu akan teraktualisasikan,’’ papar Rida di hadapan para tamu undangan yang hadir pada acara wisuda.

Rida juga menghargai usaha Pemerintah Provinsi Riau yang telah mencadangkan anggaran untuk pembangunan gedung baru AKMR pada 2012. Staf Ahli Gubernur Riau Bidang SDM, Drs Zailani Arif Syah MPd menyebutkan, berbagai upaya dan dukungan pada AKMR akan terus diupayakan.

 ‘’AKMR memang berperan penting bagi perkembangan seni dan budaya di Riau dan ini jadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah terus mengupayakan pengembangan AKMR, selain gedung baru yang dijanjikan gubernur, kita juga sedang menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa,’’ kata Zailani.

Didukung berbagai pihak membuat Yayasan Sagang terus memacu gerak pertumbuhan AKMR, baik dari segi kualitas lulusan hingga upaya perizinan untuk penyelenggaraan program S1.

Kini Yayasan Sagang bersama jajaran Direktur AKMR yang terdiri dari Direktur Susi Fifin Astuti SPd MSn, Pembantu Direktur Syamsul Bahri Samin, Menrizal Nurdin dan Raja Isyam Azwar juga sedang merancang tim akreditasi AKMR.

‘’AMKR akan jadi akademi seni yang punya masa depan cerah, apalagi bila pada 2012, janji gubernur membangun gedung baru terlaksana. Tantangan akreditasi, fasilitas dan SDM kini sedang benar-benar kita upayakan. Termasuk memperjuangkan supaya ada lulusan S1 di AKMR dan itu tak mudah. Kita mengharapkan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah,’’ kata Ketua Yayasan Sagang, Kazzaini Ks.

Sementara itu seniman Riau Fakhrunnas MA Jabbar yang juga hadir dalam prosesi wisuda mengharapkan para wisudawan tetap terus mempertajam kreativitas seni mereka.

Dia mengimbau para alumni untuk dapat berperan penting di tengah masyarakat, sebagai aktualisasi nilai-nilai seni dan budaya Melayu.

‘’Mereka ini kan punya kreasi ideal masing-masing. Mau seniman di bidang apapun, setelah lulus dari AKMR ini baik seni musiknya, tarinya maupun teater, mereka harus bisa menunjukkan identitas di tengah-tengah masyarakat. Hingga, seni dan budaya Melayu itu benar-benar ada dan eksis di sekeliling mereka seperti yang diinginkan salah satu bagian dari Visi Riau 2020 itu,’’ papar Fakhrunnas.

Pada prosesi wisuda kelima yang berlangsung siang hingga petang itu, 24 mahasiswa Diploma Tiga (D3) diwisuda. Yakni 15 dari jurusan Seni Musik, 3 dari jurusan Seni Tari dan 6 dari jurusan Seni Teater. Selama sembilan tahun berdiri, di AKMR kini tercatat sudah ada sekitar 90 alumni. Tahun ini, Deni Suhaimi terpilih sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,45 dari jurusan Seni Musik.  

Turut hadir pada acara wisuda, Rektor UIR Prof Dr H Detri Karya, Ketua LAM Azaly Djohan, Koordinator Kopertis Wilayah X Prof Dr Damsar MA dan para seniman, budayawan dan pendiri AKMR seperti Dr (HC) Tenas Effendy, Drs Taufik Ikram Jamil, Syaukani Al Karim, Marhalim Zaini dan lainnya.

Menurut Koordinator Kopertis Wilayah X Prof Dr Damsar, AKMR merupakan sekolah seni swasta satu-satunya di Sumatera. Ini menarik, sebab sekolah seni umumnya milik pemerintah, tapi ini dikelola swasta.

Artinya, ada sesuatu yang baik untuk menegakkan seni dan budaya Melayu Riau. Ini adalah tonggak peradaban, sehingga pihaknya mendukung AKMR jadi Sekolah Tinggi Seni Melayu Riau (S1).

‘’Siapa lagi yang mengusung ini jika bukan kita bersama. Saya juga minta agar menyampaikan ke Gubri, di samping membangun gedung (fisik) juga SDM. Selain itu juga wajib memberi beasiswa S1 dan S2 pada dosen-dosennya,’’ ungkap Damsar.

Dia juga menekankan segera dilakukan akreditasi dalam tahun ini. Sebab selain bangunan fisik, kampus harus sudah terakreditasi agar peminatnya makin banyak.

Akademi ini mengemban idealisme Melayu Riau sehingga berkaryalah untuk Riau dan dunia. CEO Riau Pos Media Group, H Makmur SE Ak MM menyebutkan, intinya Riau Pos mendukung Visi Riau 2020 dan salah satunya sunguh-sungguh mengembangkan kebudayaan Melayu lewat institusi ini. Tentunya juga diharap bantuan dan partisipasi semua pihak.

‘’Dengan adanya AKMR akan ada semacam penggalian budaya daerah yang selama ini tak terangkat ke permukaan. Mudah-mudahan ini bisa mengemuka sehingga memperkaya kebudayaan Melayu dan nasional,’’ bebernya.

Pendiri AKMR, Taufik Ikram Jamil menyebutkan, kesungguhan Pemerintah Riau untuk mengembangkan kampus ini sudah lama. Bahkan sudah dua gubernur dan diharap kali ini benar-benar terwujud. ‘

’Mudah-mudahan AKMR makin berkembang dengan Yayasan Sagang atas dukungan Pemprov,’’ tuturnya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning dr Junaidi mengatakan, para lulusan ini dapat memberi sumbangan yang berarti pada budaya Melayu.

‘’Terima kasih pada Yayasan Sagang yang telah mengambil alih pengelolaan AKMR. Semoga dengan pengalaman bisnis Riau Pos bisa membuat institusi ini masuk dalam industri kreatif,’’ bebernya.(*7/fed) Editor : RP Redaksi