Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Update Banjir Riau, Data Warga Terdampak di 12 Kabupaten dan Kota

Soleh Saputra • Sabtu, 3 Februari 2024 | 12:24 WIB
 
Jalan Sembilang masih digenangi banjir dari luapan air Sungai Siak, Pekanbaru, Selasa (30/1/2024).
Jalan Sembilang masih digenangi banjir dari luapan air Sungai Siak, Pekanbaru, Selasa (30/1/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Banjir di Provinsi Riau sejak akhir 2023 hingga berakhirnya Januari 2024 menyebabkan seluruh daerah di Riau, atau 12 kabupaten dan kota terdampak banjir. Lantas, sudah berapa korban banjir yang rumahnya terendam? Berikut update data korban terdampak banjir di Riau dan bantuan serta rencana penanganan banjir jangka pendek dan jangka panjang.
 
BPBD Riau mendata ada 233.477 jiwa masyarakat Riau yang menjadi korban banjir yang terjadi di 12 kabupaten/kota. Kalaksa BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan, seluruh kabupaten/kota di Riau sudah terdampak banjir. Namun memang saat ini sudah ada daerah yang banjirnya mulai surut.
 
Dari bencana tersebut masyarakat yang terdampak terdata sebanyak 61.789 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, yang paling banyak terdampak yakni di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sebanyak 61.789 KK dengan 47.720 jiwa. 
 
‘’Kemudian Rokan Hulu (Rohul) ada 6.996 KK dengan 30.991 jiwa. Rokan Hilir (Rohil) 11.957 KK dengan 44.400 jiwa, Pelalawan 7.456 KK dengan 24.568 jiwa, Pekanbaru 3.386 KK dengan 13.326 jiwa, Kota Dumai 22 KK dengan 88 jiwa,’’ ujarnya.
 
Selanjutnya, Indragiri Hulu (Inhu) 13.017 KK terdampak dengan 44.727 jiwa, Kampar 2.734 KK terdampak dengan 10.227 jiwa, Siak 173 KK terdampak dengan 692 jiwa, Bengkalis 157 KK terdampak dengan 469 jiwa. Indragiri Hilir 3.440 KK terdampak dengan 12.275 jiwa dan Kepulauan Meranti 521 KK dengan 1.967 jiwa.
 
“Sementara itu untuk rumah yang terdampak banjir dari laporan yang kami terima ada 61.717 unit,” ujarnya.
 
Hingga saat ini Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Sosial sudah menyalurkan berbagai bantuan kepada warga Riau yang terdampak banjir. Kepala Dinas Sosial (Dissos) Riau, Zulfadli mengatakan, bantuan beras yang diberikan kepada warga terdampak banjir sudah mencapai 26.500 kilogram. “Kemudian untuk gula pasir 3.650 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4.008 liter,” katanya.
 
Sementara untuk perlengkapan bayi sebanyak 498 paket. Masing-masing disalurkan untuk Kabupaten Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Pelalawan.
 
“Sedangkan untuk telur ayam yang sudah disalurkan sebanyak 41.000 butir ke tujuh kabupaten yakni Rohil, Rohul, Bengkalis, Meranti, Inhil, Inhu, dan Kuansing,” ujarnya.
 
Selain bantuan tersebut, Dissos Riau juga memberikan bantuan air minum kepada warga yang terdampak banjir, khususnya yang mengungsi dan tinggal di tenda-tenda pengungsian. 
 
“Total sudah 350 kotak disalurkan ke tujuh kabupaten, yakni Rohil, Rohul, Bengkalis, Meranti, Inhil, Inhu, dan Kuansing,” ujarnya.
 
Zulfadli menegaskan, bantuan sembako, perlengkapan bayi, dan air minum tersebut merupakan dari Pemprov Riau yang dananya bersumber dari APBD Riau. Selain dari APBD Riau, korban banjir di Riau juga sudah mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah pusat. Ada yang diberikan dalam bentuk makanan, perlengkapan tidur dan saranan pendukung untuk pengungsian.
 
Hingga saat ini bantuan makanan siap saji untuk korban banjir di Riau yang bersumber dari APBN sudah mencapai 3.800 paket. 
 
"Kemudian tenda gulung sebanyak 290 lembar, kasur merah 245 lembar dan family kit 150 paket,” ujarnya.
 
Selain itu, pemerintah pusat melalui dana APBN juga mengirimkan bantuan peralatan dapur umum keluarga. Totalnya 60 paket. 
 
"Itu untuk lima kabupaten yakni Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, dan Pelalawan,” katanya. 
 
Khusus untuk penangangan banjir di Jalan lintas timur (Jalintim) di Kabupaten Pelalawan, Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution telah mengusulkan peningkatan kualitas jalan yang saat ini masih tergenang banjir. Hal tersebut dilakukan agar jika memasuki musim hujan ke depannya, jalan lintas tersebut tidak lagi digenangi banjir dan  tidak mengganggu arus lalu lintas.
 
“Kami sudah bertemu dengan pihak PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Riau dan BPJN (Badan Pelaksana Jalan Nasional) untuk membuat perencanaan peningkatan Jalan Lintas Timur dan diusulkan ke pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bapenas (Bapenas),” kata Gubri.
 
Lebih lanjut dikatakanya, usulan peningkatan jalan tersebut bisa dilakukan dengan dua metode. Pertama, dengan meninggikan Jalan Lintas Timur agar saat banjir tidak menggenang ke jalan. Kedua, dengan membangun bendungan di sisi jalan agar air juga tidak menggenangi jalan ketika banjir.
 
“Pola peningkatan Jalan Lintas Timur yang diusulkan seperti itu. Tapi nanti pihak BPJN yang akan menyusun teknis usulannya termasuk dalam membuat Detail Engineering Design (DED),” ujarnya. 
 
Gubri kembali menyampaikan, gubernur merupakan perpanjangan tangan kabupaten kota pada tingkat pusat. Untuk itu, apa yang diperlukan bisa disampaikan dan ditindaklanjuti dengan cepat. 
 
Dirinya akan mendorong program-program tersebut, seperti dampak setelah musibah banjir ini.
 
“Yang pasti, jika ini kita lakukan dengan cepat maka permasalahan-permasalahan di daerah ini bisa teratasi,” tutur Gubri.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra
#korban banjir #riau siaga banjir #jalintim sumatera #jalintim buka tutup #status siaga darurat banjir riau #Data warga terdampak banjir di 12 kabupaten dan kota di riau #banjir riau #update banjir