Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Faperta UIR Perkuat UMKM Nanas Dumai Go Digital dan Berbasis Zero Waste

Prapti Dwi Lestari • Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:20 WIB

Tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau melakukan pengabdian masyarakat di Kota Dumai, Sabtu (21/2/2026).
Tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau melakukan pengabdian masyarakat di Kota Dumai, Sabtu (21/2/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema kompetitif Program Desa Binaan (PDB) yang dilaksanakan di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.

Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UIR Sisca Vaulina, SP., MP, menjelaskan kegiatan ini bertema Peningkatan Kesiapterapan Teknologi Diversifikasi Pengolahan Nanas Khas Rawa Gambut Menuju Program Zero Waste pada Kelompok Usaha Puak Milenial di Kota Dumai.”

Dimana, Kelompok Usaha Puak Milenial yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga selama ini memproduksi selai nanas secara tradisional dengan kapasitas terbatas. Padahal, wilayah Teluk Makmur merupakan sentra produksi nanas di Kota Dumai dengan kontribusi mencapai 78,14 persen dari total produksi kota pada tahun 2024.

Melimpahnya produksi nanas gambut menjadi potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Namun demikian, proses produksi masih menggunakan peralatan rumah tangga sederhana, pengemasan belum berstandar, serta pemasaran masih terbatas pada lingkup sekitar. Selain itu, limbah kulit nanas belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui program ini, tim Fakultas Pertanian UIR memberikan pendampingan terpadu dari hulu hingga hilir usaha. Intervensi difokuskan pada lima aspek utama, yakni teknologi produksi, pengemasan, pemasaran digital, manajemen usaha, serta pengelolaan limbah berbasis zero waste.

Pada aspek teknologi produksi, kelompok mitra memperoleh bantuan pisau pengupas nanas lengkap dengan alat pembuang mata nanas, mesin pemarut nanas, serta mesin pengaduk selai berbahan stainless. Bantuan ini bertujuan meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjaga higienitas proses produksi.

Dalam aspek pengemasan dan legalitas, tim membantu merancang stiker dan label produk yang lebih informatif dan menarik. Pendampingan juga dilakukan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, serta sertifikasi halal. Dengan demikian, produk selai nanas memiliki legalitas yang jelas dan lebih siap memasuki pasar yang lebih luas.

Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama program ini. Tim pengabdian mengembangkan website pemasaran dengan nama www.selainanasnastardumai.com sebagai etalase digital produk. Website tersebut memuat informasi produk, keunggulan nanas gambut, proses produksi, serta fasilitas pemesanan yang memungkinkan jangkauan pasar lebih luas, tidak hanya di Dumai tetapi juga ke luar daerah.

Pada aspek manajemen usaha, tim juga membantu penyusunan struktur organisasi kelompok dan pembagian tugas antar anggota secara lebih sistematis. Pendampingan ini bertujuan agar usaha tidak hanya berjalan dari sisi produksi, tetapi juga memiliki tata kelola yang tertib dan berkelanjutan.

Selain itu, kelompok didorong untuk menjalin jejaring dengan Dinas Koperasi dan UMKM setempat guna membuka peluang pembinaan lanjutan dan akses pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Tampil Solid selama 90 Menit saat Sassuolo Bungkam Verona 3-0

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, program ini menerapkan konsep zero waste melalui pengolahan limbah kulit nanas menjadi kompos organik. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi limbah produksi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan gambut.

Program ini melibatkan dosen lintas disiplin dan mahasiswa Program Studi Agribisnis sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sisca Vaulina berharap, melalui pendampingan intensif ini, Kelompok Usaha Puak Milenial dapat berkembang menjadi unit usaha perempuan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis komoditas lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Dumai, sehingga pengolahan komoditas lokal tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.

“Nanas gambut Dumai memiliki cita rasa khas dan potensi besar untuk menjadi produk unggulan daerah. Kami ingin mendorong UMKM perempuan ini naik kelas, tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki legalitas, kemasan menarik, pemasaran digital, serta sistem usaha yang lebih tertata,” ujarnya.(ayi/c)

 

Editor : Edwar Yaman
#Pengabdian kepada masyarakat #uir #kelurahan teluk makmur #PKM #Medang Kampai #Fakultas Pertanian