
BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Rokan Hilir (Rohil) mencatat kasus kekerasan terhadap anak di Rohil masih sering terjadi.
”Pada tahun ini terdapat sebanyak 90-an laporan kasus kekerasan terhadap anak yang didominasi oleh kasus kekerasan seksual baik yang terjadi di sekolah maupun di lingkungan keluarga,” ungkap Kepala DP2KBP3A Rohil, Cici Sulastri, Rabu (21/10).
Cici mengaku prihatin dengan masih tingginya kasus yang terjadi. Ia mengajak semua pihak semakin sadar dan peduli dengan berbagai permasalahan yang ada di dunia anak-anak.
Baca Juga: Enam Bakal Calon Penghulu Lulus Tes Mengaji Ulang, PMK Silakan Tempuh PTUN Bagi yang Keberatan
”Anak-anak merupakan aset paling berharga bagi eksistensi dan keberlangsungan bangsa di masa depan. Ada tiga hal penting yang harus kita pastikan, yakni perlindungan terhadap anak, pendidikan anak, dan kasih sayang terhadap anak,” katanya.
Untuk itu, peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan setiap tahun diharapkan dapat menjadi momentum meningkatkan kepedulian dan komitmen bersama dalam memenuhi hak anak, memberikan perlindungan, serta mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak.
Peringatan HAN ke-42 di Bagansiapiapi digelar dengan berbagai kegiatan pada Selasa (20/10) lalu. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil H Sarman Syahroni, unsur Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Rohil Basiran Nur Effendi, Ketua TP-PKK Tatik Sri Rahayu, sejumlah kepala OPD, pengurus Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), serta Forum Anak dan Forum Generasi Berencana Rohil.
Peringatan HAN mengusung tema ”Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Tema tersebut menekankan pentingnya menghargai anak, melindungi mereka dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, perundungan, dan perkawinan anak, serta memenuhi hak pendidikan dan pengembangan bakat.(yls)
Laporan ZULFADLI, Bagansiapiapi
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




