Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hari Ini Acara Puncak Bakar Tongkang, Lakukan Rekayasa Lalu Lintas, Replika Diarak

Zulfadli • Kamis, 12 Juni 2025 | 11:03 WIB
Warga antusias menyaksikan arak-arakan replika tongkang yang akan dibakar, Rabu (11/6/2025).
Warga antusias menyaksikan arak-arakan replika tongkang yang akan dibakar, Rabu (11/6/2025).

ROHIL (RIAUPOS.CO) - PUNCAK Bakar Tongkang tahun 2025 di Kota Bagansiapiapi, Rokan Hiir (Rohil) digelar, Kamis (12/6). Sehari sebelum kegiatan, dilakukan prosesi arak-arakan replika tongkang, Rabu (11/6) sore.


Replika tongkang yang awalnya diletak di sebelah kiri bangunan Klenteng Ing Hok King diarak dengan rute yang telah ditentukan.

Sebelum replika tongkang diarak, sejumlah barang tertentu seperti kursi tradisional, dan berbagai benda lain diarak lebih dahulu disertai dengan serombongan peserta dari masyarakat Tionghoa maupun pejabat.

Nampak hadir Wakil Bupati Rohil Jhony Charles MBA, Kapolres AKBP Isa Imam Syahroni, tokoh masyarakat Sugianto, dan sejumlah pihak.

Arak-arakan pertama melintasi ke depan Klenteng Ing Hok King. Kemudian dilanjutkan dengan mengeluarkan replika tongkang untuk diarak dengan rute mengarah ke Jalan Merdeka, Jalan Perniagaan, Jalan Perdagangan, dan berakhir ke Jalan Klenteng. Replika tongkang selanjutnya diletakkan di bagian depan Klenteng Ing Hok King.

Wabup Rohil Jhony Charles menyampaikan apresiasi kegiatan dan kekompakan masyarakat Tionghoa, khususnya di Bagansiapiapi dalam mendukung berjalannya kegiatan ini. “Kita patut apresiasi. Dengan dukungan penuh dari Pak Bupati bersama semua sehingga acara ini berjalan dengan baik, tertib, aman dan rapi,” ujarnya.

Ia menilai tingkat kunjungan wisatawan cukup banyak dan diharapkan bisa meningkat dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya. Para wisatawan dari berbagai daerah telah berdatangan terutama dari dalam negeri.

“Saya dengar ada yang dari Surabaya, Jakarta, Malaysia, dan lain-lain. Saya berharap sampai puncak acara, kunjungan banyak dan terus berdatangan. Pasalnya tidak banyak wisata yang ada di Rohil dan salah satunya adalah Bakar Tongkang ini,” kata Wabup.

Karena jika masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur terkait tidak mendukung, maka siapa lagi yang akan mengangkat acara yang sudah terkenal ke mancanegara tersebut. “Kalau bukan kita yang menyukseskan, terus siapa lagi?,” katanya.


Selain diharapkan pelaksanaan berjalan sukses, Wabup juga berharap ada dampak positif dari kegiatan tersebut seperti menguatnya sektor UMKM yang ada di Bagansiapiapi, begitu juga berbagai sektor lainnya yang digeluti oleh masyarakat setempat.

Rekayasa Lalu Lintas

Sementara itu, polisi melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi terjadinya kemacetan di jalan yang mengakibatkan terganggunya mobilitas kegiatan.

Kasatlantas Polres Rokan Hilir (Rohil) AKP Luthfi menyebutkan, kegiatan rekayasa sudah dilaksanakan saat prosesi arak-arakan, Rabu (11/6). “Sejumlah ruas jalan ditutup seperti Simpang Merdeka, ke arah Simpang Sentosa, lingkungan IP Plaza, Simpang Aman, jalan Sumatera,” katanya.

Untuk memastikan kegiatan itu berjalan baik, terangnya dikerahkan sebanyak 200 personel dari berbagai satuan. Begitu juga pada hari puncak, Kamis (12/6). Sejumlah ruas jalan diperkirakan akan ditutup dari lalu lintas terutama pada waktu-waktu prosesi Bakar Tongkang tersebut.”Kemungkinan ada ruas jalan ditutup, sampai selesai kegiatan,” katanya.

Ia mengajak masyarakat memaklumi kondisi ini sehingga tidak terlanjur mengambil rute dari jalan yang padat sehingga akhirnya sulit untuk bisa melintasi jalan dengan baik dan lancar.

Kasat menegaskan akan memperhatikan terus kondisi jalan dan rute yang dilintasi, begitu juga memaksimalkan areal parkiran mengingat kurangnya kantong parkiran yang ada di Bagansiapiapi. “Mulai dari pagi kami sudah mulai patroli, menyisir dan antisipasi bila ada yang parkiran di bahu jalan, dan pada jam pelaksanaan kegiatan jalan yang dilalui ditutup,” katanya.

Keluhkan Penurunan Pendapatan

Sejumlah penarik becak di Bagansiapiapi mengeluhkan menurunnya pendapatan. Biasanya, beberapa hari menjelang dan pasca acara kalangan penarik becak kecipratan rezeki yang tidak kecil.

Becak di Bagansiapiapi memang menjadi salah satu moda transportasi yang masih bertahan. Bentuk becaknya cukup khas, di mana motor berada di sebelah kanan, menyediakan dua kursi utama untuk penumpang dan terdapat atap kecil guna melindungi penumpang dari panas.

Salah seorang penarik becak, Ayar mengatakan, sebelum-sebelumnya setiap Bakar Tongkang becak menjadi alat transportasi favorit. “Kalau dulu becak dicari-cari, tapi sekarang sepi permintaan. Bahkan kami menunggu lama, mengharapkan ada yang mau naik,” kata Ayar, Rabu (11/6).

Berkurangnya penggunaan becak tersebut terangnya dinilai karena ada pihak yang menyediakan jasa sewa atau pemakaian sepeda motor bagi para wisatawan. Bahkan menurutnya ada pihak yang biasanya menyediakan penginapan bagi wisatawan juga menyediakan penyewaan motor melibatkan pihak tertentu.


“Jadi bagi wisatawan, mereka bisa pakai motor sendiri. Akibatnya ya beginilah, kami kehilangan trip. Memang kalau dibandingkan dengan hari biasanya, tak seperti tahun lalu,” keluhnya.

Ayar membandingkan sebelum-sebelumnya, penarik becak bisa meraup pendapatan Rp400 ribu-Rp500 ribu per hari. Jasa para penarik becak beragam. Tidak hanya untuk antarjemput penumpang, termasuk juga membawakan pesanan barang-barang maupun makanan. Bahkan ada becak yang disewa secara penuh untuk satu atau dua pekan.

“Tapi kalau tahun ini nampaknya sudah berkurang jauh. Dalam sehari mencari Rp100 ribu sudah payah. Seperti inilah saya sudah menunggu lama sampai sekarang belum ada yang pesan becak,” katanya.

Untuk tarif, tambah Ayar biasanya dipatok murah. Biasanya rute yang diantar dari tempat-tempat terdapat kegiatan berkaitan Bakar Tongkang ke tempat wisatawan menginap seperti hotel, wisma, mes komunitas masyarakat Tionghoa dan lain-lain. “Untuk harga biasanya mulai dari Rp10 ribu, mengantar saja,” katanya.

Sementara jika penarik becak menunggu atau sistem antarjemput ongkos becaknya lebih besar lagi. Dengan kondisi yang sekarang Ayar mengharapkan pemerintah daerah melalui pihak terkait dapat memperhatikan keberadaan para penarik becak karena menjadi pihak yang selalu ada pada setiap Bakar Tongkang.

Pendapat berbeda diungkapkan penarik becak lainnya, Aam yang mengaku justru tetap memperoleh pendapatan besar pada saat ini dibandingkan dengan hari biasanya. “Kalau sebelum Bakar Tongkang pendapatan tak menentu, malahan ada tak memperoleh penumpang. Tapi saat ini setiap hari ada,” katanya.(das)

Editor : Bayu Saputra
#Bakar tongkang 2025 #bagansiapiapi rohil #Wisata bagansiapiapi rohil #rekayasa lalu lintas #bakar tongkang rohil #bakar tongkang #bagan siapi api #pariwisata riau #Replika tongkang #riau #rohil #Acara bakar kapal di bagan kapan