Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

48 Ribu Warga Kota Padang Masih Menganggur

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Ilustrasi Pengangguran. (jpg)
Ilustrasi Pengangguran. (jpg)

Advertisement

 

PADANG (RIAUPOS.CO) - Tingkat pengangguran di Kota Padang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah. Hingga saat ini, jumlah pengangguran di Kota Padang tercatat sekitar 9,28 persen atau setara dengan lebih kurang 48 ribu orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy mengatakan, tingginya angka pengangguran dipengaruhi ketimpangan antara jumlah lulusan yang terus bertambah setiap tahun dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang masih terbatas.

Advertisement

“Kalau kita lihat kondisi sekarang di Kota Padang, antara jumlah lulusan dengan lapangan pekerjaan yang tersedia memang sangat tidak seimbang. Lulusan sangat banyak, sementara lapangan kerja terbatas, sehingga terjadi ketimpangan dalam mencari pekerjaan,” ujar Ferri Sabtu (11/7).

Menurutnya, Pemerintah Kota Padang terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja. Salah satunya dengan menggelar pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Advertisement

Ia mencontohkan pelatihan mekanik yang dilaksanakan Disnaker bekerja sama dengan Hayati. Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga berpeluang langsung ditempatkan bekerja setelah menyelesaikan pelatihan.

“Kita melaksanakan pelatihan mekanik bekerja sama dengan Hayati. Dari peserta yang ikut, sebagian langsung ditempatkan bekerja di sana. Begitu juga dengan sektor perhotelan. Setelah mereka magang, ada yang direkrut menjadi karyawan hotel,” katanya.

Ferri menegaskan, pelatihan yang diberikan pemerintah tidak boleh hanya sebatas kegiatan seremonial. Program tersebut harus mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap bekerja dan terserap oleh perusahaan. “Kita berharap pelatihan itu tidak hanya sebuah pelatihan, tetapi betul-betul setelah pelatihan mereka bisa mendapatkan penempatan kerja,” ujarnya.

Meski angka pengangguran di Kota Padang mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, penurunannya dinilai belum signifikan. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja.

Menurut Ferri, penanganan pengangguran tidak dapat dibebankan kepada pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, lembaga pelatihan, hingga instansi yang bergerak di bidang penempatan tenaga kerja.

“Masalah pengangguran tidak bisa hanya diselesaikan oleh dinas saja. Harus melibatkan seluruh stakeholder, termasuk perusahaan, balai pelatihan vokasi, BP3MI untuk penempatan tenaga kerja luar negeri, dan berbagai pihak lainnya,” jelasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Tingkatkan Efektivitas Penegakan Perda, Satpol PP-PKP Kuansing Berkunjung ke Kota Padang

Tingkatkan Efektivitas Penegakan Perda, Satpol PP-PKP Kuansing Berkunjung ke Kota Padang

Satpol PP-PKP Kuansing berkunjung ke Kota Padang. Tujuannya, meningkatkan efektivitas penegakkan Perda. Kedua tim langsung razia gabungan

Kota Padang Kembali Diterjang Banjir, Dua Kecamatan Ini Terdampak Cukup Parah

Kota Padang Kembali Diterjang Banjir, Dua Kecamatan Ini Terdampak Cukup Parah

Kota Padang kembali diterjang banjir akibat hujan deras sejak Siang siang, di mana kecamatan,Koto Tangah dan Kuranji terdampak cukup parah.

Pasar Mulai Sepi, Emas di Kota Padang Dijual Rp5,9 Juta per 2,5 Gram

Pasar Mulai Sepi, Emas di Kota Padang Dijual Rp5,9 Juta per 2,5 Gram

Harga perhiasan emas di Kota Padang bertahan di kisaran Rp5,9 juta. Saat ini penjualan mulai sepi walaupun dolar AS menguat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer