Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bangun Hilirisasi, Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Desriandi Candra • Jumat, 8 November 2024 | 09:22 WIB
Pjs Bupati Kuansing drg Sri Sadono Mulyanto MHan, Pj Sekdakab Kuansing H Fahdiansyah, Kadisbunnak Kuansing Andri Yama Putra Shut MSi saat berkunjung ke KUD Tupan Tri Bakti
Pjs Bupati Kuansing drg Sri Sadono Mulyanto MHan, Pj Sekdakab Kuansing H Fahdiansyah, Kadisbunnak Kuansing Andri Yama Putra Shut MSi saat berkunjung ke KUD Tupan Tri Bakti

RIAUPOS.CO - KABUPATEN Kuantan Singingi (Kuansing) memiliki potensi sumber daya alam yang cukup potensial di sektor perkebunan, terutama perkebunan karet dan sawit. 

Dua komoditas ini menjadi komoditas unggulan bagi masyarakat Kabupaten Kuansing. Ini bisa dilihat dari luasan area perkebunan karet dan tanaman kelapa sawit yang tersebar di Kuansing. 

Dari data Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kuansing tercatat luas perkebunan kelapa sawit di Kuansing mencapai lebih kurang 243.663 hektare. Sementara luas perkebunan karet mencapai lebih kurang 112.847 hektare. Baik yang dikelola perusahaan, kelompok tani maupun masyarakat. 

Hasil pengolahan buah sawit menjadi minyak goreng yang dilakukan KUD Tupan Tri Bakti, Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir, baru-baru ini
Hasil pengolahan buah sawit menjadi minyak goreng yang dilakukan KUD Tupan Tri Bakti, Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir, baru-baru ini

Potensi perkebunan itu, sudah dimanfaatkan oleh 185 gabungan kelompok tani (gapoktan) dan 978 kelompok tani (poktan) perkebunan. 

Potensi yang besar sektor perkebunan itu, sudah dilirik Pemkab Kuansing sejak lama. Di mana bila dikelola maksimal dengan produk turunannya atau hilirisasinya akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, umumnya masyarakat Kabupaten Kuansing. 

Langkah itu, yang kini dimulai Pemkab Kuansing. Membuat produk turunan atau hilirisasi dari dua komoditas unggulan Kuansing di sektor perkebunan, sawit dan karet. 

Pemkab tidak berjalan sendiri tetapi menggandeng gapoktan setempat. ’’Tahun ini, in sya Allah hilirisasi komoditas sawit dan karet sudah berjalan,’’ kata Kepala Dinas Disbunnak Kuansing Andri Yama Putra Shut MSi kepada Riau Pos, Rabu (6/11). 

Hilirisasi sawit tahun ini dimulai melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Tupan Tri Bakti, Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir. Dimana KUD Tupan Tri Bakti membuat produk turunan sawit berupa minyak goreng dan beberapa jenis lainnya. 

Sementara hilirisasi karet, tahun ini dimulai Pemkab Kuansing dengan manggandeng Gapoktan Kenegerian Kopah, Maju Basamo. Rencananya, gapoktan ini akan membuat karet gelang dan paving block karet dengan bantuan mesin dan peralatan yang disiapkan pemkab melalui Disbunnak. 

‘’Kedua kelompok tani ini binaan Disbunnak,’’ ujar Andri Yama.

KUD Tupan Tri Bakti Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir, satu-satunya KUD di Indonesia yang mendapatkan bantuan hibah pembangunan pabrik mini minyak goreng kelapa sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 

Lewat bantuan hibah bangunan pabrik mini itu, kini KUD Tupan tengah bersiap-siap untuk memproduksi minyak goreng dan beberapa produk turunannya ke masyarakat Kabupaten Kuansing. 

Bahkan Penjabat sementara (Pjs) Bupati Kuansing drg Sri Sadono Mulyanto MHan, Pj Sekdakab Kuansing dr H Fahdiansyah, Kadisbunnak Kuansing Andri Yama Putra, serta beberapa pejabat daerah lainnya langsung melakukan peninjauan ke lokasi pabrik mini pembuatan minyak goreng KUD Tupan Tri Bakti. 

Sri Sadono pada Riau Pos menyampaikan mengapresiasi pada Disbunnak Kuansing yang sudah melakukan pembinaan dan bimbingan pada kelompok tani. Kini, KUD Tupan Tri Bakti sedang mempersiapkan perizinannya untuk produksi dan pemasaran minyak goreng dan beberapa produk turunannya ke masyarakat Kuansing. 

Lokasi penampungan pengeringan karet Gapoktan Maju Basamo Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, baru-baru ini. 
Lokasi penampungan pengeringan karet Gapoktan Maju Basamo Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, baru-baru ini. 

Di sana, kata Sri Sadono, KUD Tupan Tri Bakti sudah mulai memproduksi minyak goreng. Tetapi belum dipasarkan dan dalam tahap pengujian kelayakan, kualitas dan kesehatan sesuai standar nasional Indonesia (SNI). 

Dari penjelasan Ketua KUD Tupan Tri Bakti, Abdul Sobur Hamdan, ketika mereka berkunjung, dalam waktu dekat label SNI produk minyak goreng dan beberapa produk turunan mereka sudah keluar. Dimana bila perizinannya, SNI-nya sudah keluar, KUD Tupan Tri Bakti dalam satu hari bisa menghasilkan 1 ton minyak goreng.

Potensi itu didapat dari hasil pasokan tandan buah segar sawit 7,5 ton per hari yang mereka dapat kebun kelapa sawit seluas 216 hektare dari 93 petani pekebun kelapa sawit. 

Selain menunggu proses perizinan, KUD Tupan Tri Bakti juga tengah menunggu peking lebeling (kemasan) yang mereka buat sendiri. Sehingga menarik untuk dipasarkan nantinya. 

Mewakili pemerintah daerah, dia tentu saja memberikan dukungan atas upaya pengurus KUD. Apalagi, target pemasaran minyak goreng yang dihasilkan KUD Tupan Tri Bakti akan dipasok ke wilayah Kuansing. 

‘’Artinya, ini akan membantu ketersediaan minyak goreng di Kuansing sendiri. Dan tentu saja membanggakan Kuansing,’’ ujar Sri Sadono. 

Keberhasilan itu, mendorong beberapa kabupaten lain di Riau ingin studi banding ke KUD Tupan Tri Bakti. Mereka ingin belajar cara pembuatannya dan yang paling penting bagaimana cara mengajukan dan membuat proposal, sehingga bisa langsung disetujui BPDPKS. 

‘’Ini luar biasa. Karena satu-satunya di Indonesia yang mendapat hibah bangunan fisik dari BPDPKS,’’ tambah Sri Sadono. 

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) merupakan unit organisasi non eselon di bidang pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan.

Selain itu, pemkab melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kuansing juga melakukan kerja sama dengan Gapoktan Kenegerian Kopah Maju Basamo, untuk membangunan hilirisasi dari karet yang dihasilkan gapoktan ini. 

Beberapa komoditas hilirisasi yang akan diproduksi bersama adalah karet gelang dan paving block karet. Pemkab melalui Disbunnak berperan sebagai fasilitator kerja sama ini. 

Mulai pengadaan mesin yang dibutuhkan sampai pada membantu pemasaran dari produksi yang dihasilkan. ‘’Jadi peran kita, memfasilitasi pembuatan produk hilirisasi karet dari Gapoktan Maju Basamo Kopah ini,’’ kata Kepala Dinas Disbunnak Kuansing, Andri Yama Putra Shut MSi. 

Dijelaskan Andri Yama, tahun ini Disbunnak melakukan pembelian pengadaan mesin-mesin pembuatan hilirisasi karet, seperti karet gelang dan paving block karet dari dana. APBD Kuansing 2024 senilai Rp2,3 miliar lebih. 

Ada beberapa mesin yang sedang dipesan ke perusahaan penyedia barang. Dalam waktu dekat, mesin-mesin ini sudah sampai dan siap dioperasionalkan. 

Semua aktivitas pembuatan hilirisasi karet, akan dilakukan di lokasi bahan olahan karet (Bakor) Gapoktan Maju Basamo Kopah. Sebelum mesin-mesin itu dioperasikan, para petani Gapoktan Maju Basamo akan diberi pelatihan dan bimbingan oleh Disbunnak bersama perusahaan penyedia barang hingga mahir menggunakannya. 

Gapoktan Maju Basamo, lanjut Andri Yama, salah satu Gapoktan terbaik dalam komoditas hasil karet di Kuansing. Mereka sudah melakukan pengeringan dan penjualan karet sistem lelang. Tidak saja bisa diikuti oleh pengusaha asal Kuansing tetapi juga dari luar Kuansing. 

Setiap pekan, gabungan kelompok petani karet ini mampu memproduksi 15-20 ton dengan harga Rp15.000 per kilogram saat ini. Ditambah kualitas karet kering mereka juga sangat baik. Mereka juga menjadi gapoktan binaan Disbunnak Kuansing. 

Alasan-alasan itu yang menjadikan pemkab melalui Disbunnak Kuansing memilih Gapoktan Maju Basamo Kopah untuk memproduksi hilirisasi karet masyarakat ini. ‘’Mudah-mudahan bisa segera kita mulai tahun ini,’’ papar Andri Yama.

Ketua Gapoktan Maju Basamo Kenegerian Kopah, Setiadi Yendra mewakili anggotanya sangat berterima kasih pada Pemkab Kuansing yang sudah memilih Gapoktan Maju Basamo untuk bersama-sama membuat hilirisasi karet, baik karet gelang maupun paving block yang berbahan baku karet. 

Mereka, tentu saja siap menjalin kerja sama itu.  Setiap pekan, lanjut Setiadi, Gapoktan Maju Basamo mampu menghasilkan 15-20 ton karet dengan kualitas lelang. Dia pun menjamin dengan anggota 400 KK dan lahan lebih kurang 800 hektare mampu menyediakan bahan baku karet dalam pembuatan hilirisasi karet itu. 

Dalam pembuatan karet gelang dan paving block ini, selain dibimbing secara teknis penggunaannya oleh Disbunnak Kuansing, mereka juga dilatih oleh tenaga teknisi penyedia mesin. 

‘’Nanti setelah dioperasikan, mesin itu mampu memproduksi lebih kurang 100 Kg per jam karet gelang,’’ papar Setiadi. 

Hasil pembuatan karet gelang dan paving block akan dipasarkan di wilayah Kuansing dan kabupaten tetangga. Bahkan Pemkab dan penyedia mesin bersedia ikut membantu pemasaran produk yang dihasilkan oleh Gapoktan Maju Basamo

Sebagai petani, mereka tentu saja mendukung kebijakan pemkab dengan menggandeng gapoktan dan pihak swasta lainnya membuat berbagai produk hilirisasi komoditas karet. Dimana, ke depan bisa dibuat hilirisasi karet jenis lain seperti spare part motor dan mobil maupun kebutuhan lainnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kuansing, Andri Yama berharap dengan sudah dimulainya pembuatan hilirisasi karet dan sawit di dua kelompok tani ini bisa memotivasi gapoktan dan poktan lain di Kuansing sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Dorongan untuk pengembangan hilirisasi komoditas yang dihasilkan petani maupun kelompok tani menjadi salah satu program dan visi misi Pemkab Kuansing di bawah kepemimpinan Dr H Suhardiman Amby MM. Dimana tujuannya adalah untuk peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat Kuansing.(adv/dac)

Editor : Rindra Yasin
#kebun sawit #kesejahteraan petani #hilirisasi #Disbunnak kuansing #kuansing #kebun karet