Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapkan Insentif EV, PPN DTP 40-100 Persen

j
Penulis: jpg❯
Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan). (JPG)
Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan). (JPG)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPO.CO) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tengah menyusun skema insentif berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 40–100 persen untuk pembelian kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

”PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen, ada yang 40 persen. Nanti masuk disusun skemanya,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/5).

Advertisement

Insentif PPN DTP itu dikhususkan untuk kendaraan EV, tanpa mencakup kendaraan hibrida (hybrid). Adapun terkait besaran insentif akan ditentukan berdasarkan baterai yang digunakan, yang dibagi menjadi baterai nikel dan non-nikel.

Purbaya menjelaskan, kenda­raan listrik berbasis baterai nikel akan menerima subsidi yang lebih besar. Pertimbangannya ini bertujuan untuk mendorong penggunaan nikel sebagai salah satu komoditas unggulan di Indonesia.

Advertisement

Dia menyebut pernah membaca pemberitaan dari salah satu media internasional yang mempertanyakan potensi nikel Indonesia usai Cina mengumumkan penggunaan teknologi baterai non-nikel.

Sebagai respons, Menkeu Purbaya justru menyiapkan skema insentif agar penggunaan nikel bisa terakselerasi. ”Kita balik sekarang, nikelnya kita pakai. Biar nikel kita bisa terpakai dan hiliri­sasi teknologi baterainya berjalan,” jelasnya.

Purbaya juga menyatakan pemerintah akan mempersiapkan insentif kendaraan listrik (EV), dengan rincian masing-masing 100 ribu unit mobil dan 100 ribu motor listrik tahun ini.

Terkait besaran subsidi, ia memperkirakan akan berada di angka Rp5 juta untuk motor listrik. Namun, angka pasti dari stimulus kendaraan listrik (EV) ini akan diumumkan lebih detil dengan pihak-pihak terkait lainnya, khususnya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Purbaya berpendapat insentif EV relevan dengan upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi beban subsidi energi pemerintah di tengah kenaikan harga minyak global.

Advertisement
Editor : Arif Oktafian
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Nilai Tukar Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Menkeu Sebut Inflasi Terkendali

Nilai Tukar Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Menkeu Sebut Inflasi Terkendali

Rupiah tembus Rp17.400 per dolar AS dipicu gejolak global, pemerintah sebut inflasi tetap terkendali meski tekanan ekonomi meningkat.

Realisasi TKD Riau Rp14,85 T, Alami Kontraksi hingga 17,2 Persen

Realisasi TKD Riau Rp14,85 T, Alami Kontraksi hingga 17,2 Persen

Perekonomian Riau tumbuh 4,75 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp340,34 T

Efisiensi Anggaran dan Konsistensi Pemerintah

Efisiensi Anggaran dan Konsistensi Pemerintah

Efisiensi anggaran perlu dilakukan konsisten dan proporsional agar penghematan tetap menjaga kualitas pelayanan publik dan pembangunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer