JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Penting bagi setiap muslim untuk memahami ketentuan dan syarat hewan kurban. Hal itu dimaksud agar ibadah yang dilakukan benar-benar sah dan diterima Allah SWT.
Kurban memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Makanya ibadah kurban sangat dianjurkan bagi umat Islam, terutama saat Hari Raya Idul Adha.
Ingat! Kesalahan dalam memilih hewan kurban dapat berakibat pada tidak sahnya ibadah tersebut. Selain itu, pemahaman juga penting agar umat Islam tidak hanya berkurban secara simbolis, tetapi juga sesuai dengan tuntunan agama. Dengan memilih hewan yang tepat dan memenuhi syarat, ibadah kurban menjadi lebih bermakna, baik secara spiritual maupun sosial.
Melansir dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan NU Lampung, terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh hewan kurban. Mulai dari jenis hewan, usia, kondisi fisik, hingga waktu penyembelihan, semuanya telah diatur dalam syariat Islam. Berikut beberapa syarat hewan kurban yang wajib dipenuhi agar ibadah sah sesuai syariat:
1. Memenuhi Batas Usia Minimal
Setiap jenis hewan kurban memiliki batas usia minimal agar dianggap layak. Unta minimal berusia lima tahun, sapi dua tahun, kambing satu tahun, dan domba minimal enam bulan atau sudah berganti gigi. Usia ini menunjukkan bahwa hewan telah cukup dewasa dan layak untuk dikurbankan, baik dari segi fisik maupun kualitas dagingnya.
2. Tidak Kurus dan Memiliki Daging Cukup
Hewan yang terlalu kurus hingga tidak memiliki daging yang cukup tidak sah dijadikan kurban. Hal ini karena tujuan kurban juga berkaitan dengan distribusi daging kepada masyarakat. Memilih hewan yang gemuk dan sehat akan memberikan manfaat lebih besar bagi penerima daging kurban.
Baca Juga: Lagi, Warga Temukan Barang Diduga Terkait Narkoba di Palika Rohil
3. Termasuk Hewan Ternak yang Diperbolehkan
Hewan kurban harus berasal dari jenis hewan ternak tertentu yang telah disepakati para ulama, yaitu unta, sapi, kambing, dan domba. Ketentuan ini merujuk pada syariat yang telah ditetapkan dalam Alquran dan hadis. Hewan selain yang disebutkan, seperti ayam atau hewan liar, tidak sah untuk dijadikan kurban. Oleh karena itu, penting memastikan jenis hewan sebelum membelinya.
4. Kondisi Fisik Sehat dan Tidak Cacat
Syarat penting lainnya adalah kondisi fisik hewan harus sehat dan tidak memiliki cacat. Beberapa cacat yang membuat hewan tidak sah antara lain buta, sakit parah, pincang, atau terlalu kurus. Kondisi ini menunjukkan bahwa hewan tersebut tidak layak dijadikan persembahan. Islam menganjurkan memberikan yang terbaik dalam ibadah, termasuk dalam berkurban.
5. Kepemilikan Hewan Harus Jelas dan Halal
Hewan kurban harus berasal dari kepemilikan yang sah. Artinya, hewan tersebut milik pribadi atau diperoleh dengan izin pemiliknya. Tidak diperbolehkan menggunakan hewan hasil curian atau yang didapat dengan cara tidak halal, karena akan merusak nilai ibadah kurban itu sendiri.
Baca Juga: Rohul Terbaik Pelayanan Publik di Riau, Penilaian Opini Ombudsman RI 2025 Tanpa Maladministrasi
6. Tidak Mengalami Cacat Berat pada Anggota Tubuh
Selain penyakit, cacat fisik seperti telinga atau ekor yang putus juga dapat membuat hewan tidak sah untuk kurban. Hal ini karena cacat tersebut memengaruhi kualitas daging. Namun, ada beberapa kondisi seperti hewan yang dikebiri atau tanduknya patah yang masih diperbolehkan, selama tidak mengurangi kualitas utama hewan.
7. Peruntukan Hewan Kurban Sesuai Ketentuan
Dalam syariat Islam, satu ekor kambing atau domba diperuntukkan untuk satu orang. Sementara itu, sapi, kerbau, dan unta dapat digunakan untuk maksimal tujuh orang. Ketentuan ini penting dipahami agar pembagian kurban sesuai dengan aturan dan tidak menyalahi syariat.
8. Disembelih pada Waktu yang Ditentukan
Penyembelihan hewan kurban harus dilakukan setelah Salat Iduladha hingga hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Jika penyembelihan dilakukan di luar waktu tersebut, maka tidak dianggap sebagai kurban, melainkan hanya sembelihan biasa.
Baca Juga: Usia Tanaman Sudah 30 tahun, Pekebun Kelapa Sawit di 18 KUD di Inhu Masih Terganjal Biaya Replanting
9. Memilih Hewan yang Utama dan Berkualitas
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hewan yang paling utama untuk kurban. Ada yang mengutamakan kambing, ada pula yang mendahulukan unta atau sapi. Namun, yang terpenting adalah memilih hewan terbaik yang mampu dibeli. Semakin baik kualitas hewan, semakin besar pula nilai ibadah yang diharapkan.
10. Disertai Niat dan Keikhlasan dalam Berkurban
Meskipun bukan syarat fisik hewan, niat menjadi bagian penting dalam ibadah kurban. Tanpa niat yang tulus, ibadah yang dilakukan bisa kehilangan makna. Kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga tentang ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial terhadap sesama.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi