Peredaran narkoba di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kian mengkhawatirkan. Para orang tua pun mulai cemas.
”Sabu di pesisir mudah dicari, bahasa gaul di sana nyamoi,” kata Dedek saat berbincang dengan rekannya, Hendra di sebuah warung kopi di Tembilahan.
”Aku dengar gitu juga. Belum lama ini ada di concong ditangkap, yang jual per paket Rp50 ribu,” sambung Hendra.
Mendengar itu, Dedek justru tertawa dan mengatakan harga tersebut sudah tergolong mahal di kawasan tertentu.
”Mahal tu. Bahkan ada Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per hisap di sana. Sasarannya anak-anak,” celetuknya.
Baca Juga: ALAMAAAK!!!Salah Oli
Hendra pun tampak terkejut mendengar pengakuan tersebut. ”Alamak, sabu Rp10 ribu? Yang betul sajalah Dek, mahal pulak gorengan lagi,” ujarnya heran.
Dedek menilai persoalan narkoba di wilayah pesisir tidak cukup hanya diselesaikan melalui penangkapan semata. Menurutnya, perlu keterlibatan serius semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah.
”Iya, tulah. Penduduk asli di sana kompak, susah ditangkap. Disosialisasikan yang hadir hanya tokoh-tokoh saja, sedangkan anak muda tak mau hadir. Pemerintah harus serius ni, tak cukup ditangkap-tangkap saja,” tutupnya.(*2)
Editor : Arif Oktafian