MANDAU (RIAUPOS.CO) - Ratusan murid Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan, mengikuti khatam dan wisuda tahfidz Qur’an, di Ballroom Hotel Surya Duri, Ahaf (23/6).
Wisuda tahfiz Qur’an tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bengkalis Kasmarni didampingi Plh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Insan Sriwati, Kadis Pendidikan Hadi Prasetyo, Kakanwil Provinsi Riau H Muliardi, Plh Kakan Kemenag Kabupaten Bengkalis H Ibrahim, Camat Bathin Solapan Muhammad Rusydy.
Ketua KKG MDTA Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan H Bona Faisal menyampaikan, wisuda tahfiz kali ini merupakan wisuda yang kedua, di mana sebelumnya ada enam ratus lebih anak-anak telah dikhatamkan dan diwisuda.
Sebanyak 165 orang siswa diwisuda dan 660 orang siswa mengikuti khatam Qur’an, dengan jumlah keseluruhan 825 orang dari dua kecamatan tersebut.
Bupati Bengkalis Kasmarni sangat bahagia, melihat semakin banyaknya para hafiz Qur’an yang ada di Kabupaten Bengkalis, tentunya dengan semakin banyaknya para hafiz Qur’an tentunya generasi muda di Negeri Junjungan, akan semakin berkualitas.
"Saya sangat bangga dan berbahagia pada hari ini ada 816 murid MDTA se-Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan, telah khatam dan wisuda tahfiz Qur’an juz 30. Kami doakan, semoga ananda, kelak menjadi insan qurani dan menjadi praktisi bangsa yang senantiasa dapat mengaktualisasikan nilai-nilai Qur’an dalam kehidupan sehari-harinya," harap Kasmarni.
Kasmarni juga meminta, kegiatan khataman dan wisuda, bukanlah akhir dari sebuah proses pembelajaran dan pendalaman ilmu Al-Qur’an maupun ilmu agama bagi ananda semua, akan tetapi, momentum ini hendaknya menjadi cambuk serta motivasi bagi ananda untuk terus menghafal serta mendalami ilmu Al-Qur’an maupun ilmu agama serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
"Setelah ini, ananda harus melanjutkan pendidikan setingkat lebih tinggi, karena di daerah kita ini memiliki banyak lembaga pendidikan seperti SMP dan MTs, semuanya gratis, termasuk pondok pesantren maupun pondok tahfiz yang bisa kalian pilih. Atau, boleh juga melanjutkan pendidikannya pada lembaga pendidikan di luar daerah," harap Kasmarni.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis senantiasa mendukung penuh pendidikan MDTA di daerah ini, agar ke depan dapat tetap menjadi lembaga pendidikan yang hebat dan bermartabat.
"Kami terus berupaya menyelaraskan program kerja pemerintah dengan memperhatikan aspek pendidikan berbasis keagamaan, sebagaimana tertuang dalam salah satu misi kami yakni mewujudkan penguatan nilai-nilai agama menuju masyarakat yang berkarakter, dengan strategi, mengoptimalkan pendidikan keagamaan di semua level, dan peran guru-guru agama khususnya ustaz dalam membangun karakter generasi muda," harapnya.(ksm)
Editor : RP Arif Oktafian