BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Meski sempat dipadamkan, namun kebakaran lahan gambut di Jalan Lintas Sungai Alam-Selat Baru, Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis, makin meluas. Bahkan pada Senin (10/2/2025) sekitar pukul 10.30 WIB api terus membesar.
Ditambah tiupan angin kencang, dalam sekejap api melahap lahan gambut seluas belasan hektare tersebut. Sedangkan petugas tak mampu memadamkan api dan membiarkan api terus membakar semak belukar di lahan gambut tak bertuan itu.
Dari pantauan di lapangan, upaya pemadaman api sudah dilakukan sejak Senin (3/2/2025) lalu. Hingga hari kedua, api masih menyala di kawasan perkebunan masyarakat dan semak belukar seluas sekitar tiga hektare.
Tim Satgas Gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan Damkar Kabupaten Bengkalis telah berada di lokasi sejak menerima laporan dari warga.
Upaya pemadaman masih berlanjut dengan dukungan peralatan pemadam kebakaran yang mencakup mesin Vanguard 23 HP dan dua unit mobil Damkar.
Lokasi bekas kebakaran pekan lalu, terlihat sudah mengering, namun petugas gabungan, yang dipimpin Kapolsek Bengkalis AKP Faisal sudah sepekan berada di lokasi kebakaran sebelumnya. Yakni melakukan penginan dengan cara menggali lahan gambut yang terdapat api yang masih berada di dasar gambut.
Namun pada saat melakukan pendinginan lahan yang sudah terbakat, sekitar 1 km dari jalan lintas, api kembali muncul.
Perlahan mengeluarkan asap tipis dan tak lama berselang, gumpalan asap tebal langsung membubung ke udara dan dengan cepat membakar semak belukar di lahan gambut tersebut.
"Ya, padahal kita sedang melakukan pendinginan api di lokasi yang terbakar sebelumnya. Eh malah apinya nyala lagi. Ditambah angin kencang, sehingga api tak terbendung lagi membakar semak belukar yang ada di lahan gambut tersebut," ujar Kapolsek Bengkalis AKP Faisal saat berada di lokasi kebakaran, Senin siang kemarin sekitar pukul 11.30 WIB.
Ia menyebutkan, pada saat api kembali muncul, memang kondisi angin cukup kencang. Makanya petugas hanya menunggu api padam dengan sendirinya, setelah itu barulah dilakukan penyemprotan air di bekas kebakaran.
"Ya, ini wajib kami lakukan. Kalau tidak api akan timbul lagi. Karena kebakaran di lahan gambut ini sepetinya sudah padam, ternyata dibagian dalam tanah apinya masih membara. Seperti api dalam sekam," ucapnya.
Sampai sore kemarin (Senin) petugas gabungan masih berijibaku memadamkan api. Bahkan petugas secara bergantian melakukan pemantauan dalam mengantisipasi, api kembali muncul.
Karena saat ini cakupan kebakaran lahan gambut sudah hampir menuju ke arah kebun milik Polres Bengkalis dan Kampus Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis.
Terkait sumber api, Kapolsek Bengkalis AKP Faisal menyebutkan, pihkanya sudah berkoordinasi dengan Satrekrim Polres Bengkalis untuk menyelidiki penyebeb kebakaran. Namun sejauh ini pihaknya masih fokus untuk memadamkan apinya.
Sedangkan Koordinator Pusdatin Kecamatan Bengkalis, Muhammad Hidayat juga menyampaikan, bahwa kondisi cuaca yang panas dengan angin yang kencang menjadi tantangan dalam pemadaman.
“Kami terus berusaha maksimal untuk memadamkan api, dengan bantuan tim gabungan agar kebakaran dapat dikendalikan secepat mungkin,” ujarnya.
Sebanyak 34 personel gabungan dari BPBD, Damkar, Polsek, TNI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terjun langsung ke lokasi untuk memadamkan api. Pendataan serta pelaporan rutin dilakukan untuk memantau perkembangan situasi.
“Kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar memperparah situasi. Kami juga mengantisipasi adanya perubahan arah angin yang bisa menyulitkan proses pemadaman,” jelas Hidayat.
Tim Damkar telah mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakatan untuk mempercepat respons. Sementara itu, pihak Polsek Bengkalis bersama TNI dan MPA terus berkoordinasi guna memastikan keselamatan warga sekitar.
Warga Desa Sungai Alam diminta untuk tetap waspada dan tidak mendekati lokasi kebakaran. Pemadaman akan dilanjutkan pada hari berikutnya hingga api benar-benar dapat dikendalikan.
Laporan Abu Kasim (Bengkalis)
Editor : M. Erizal