Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pencinta Mangrove Ikut Pelatihan Produksi Gula Nipah

Abu Kasim • Rabu, 30 April 2025 | 11:25 WIB
Sejumlah kelompok pencinta mangrove mengikuti pelatihan produksi gula dari pohon nipah di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis, Selasa (29/4/2025).
Sejumlah kelompok pencinta mangrove mengikuti pelatihan produksi gula dari pohon nipah di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis, Selasa (29/4/2025).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)- Guna meningkatkan ekononi masyarakat yang berbasis ekosistem mangrove, sejumlah komunitas pencinta lingkungan mengikuti pelatihan produksi gula dari pohon nipah yang digelar Yayasan Gambut Riau bersama Aramco Asia Singapore di aula Kantor Desa Buruk Bakul, Selasa (29/4).

Pelatihan ini untuk menghidupkan ekonomi berbasis mangrove dan merehabilitasi kawasan pesisir, yang terdegradasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan penghidupan berkelanjutan.

Sebanyak 47 peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai komunitas lokal. Di antaranya Kelompok Parit Seghagah Desa Kelapapati, Kelompok Sekat Bakau, KTH Sepahat Hijau Desa Sepahat, Kelompok Tani Wanita Jaya Makmur Desa Temiang, Lembaga Lokal Bahtera Melayu, Pemerintah Desa Buruk Bakul, Kelompok Pesisir Riau Lestari Desa Sungai Selari, Pokdarwis Bandar Bakau dari Kota Dumai termasuk Mapala dan Laksamana Polbeng Bengkalis.

Direktur Yayasan Gambut Riau Mulyadi menyebutkan, dalam pelatihan ini peserta mendapatkan pembekalan teori di kelas mengenai ekologi pohon nipah, teknik penyadapan nira yang efektif, hingga proses pengolahan nira menjadi gula nipah.

Juga menghadirkan pemateri berpengalaman, yaitu Amrul Khoiri dan Joni Irawan dari Fakultas Pertanian Universitas Riau, serta Nurbaiti seorang pengrajin gula nipah dari Desa Kubu, Kabupaten Rokan Hilir.

“Peserta mengikuti praktek lapangan di kawasan mangrove, mempelajari langsung teknik penyadapan batang nipah untuk mendapatkan nira berkualitas dan proses memasak nira menjadi gula nipah,” ujarnya.

Mulyadi penyebutkan, pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan alternatif sumber penghidupan yang ramah lingkungan berbasis konservasi mangrove. Diharapkan keterampilan ini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat upaya perlindungan ekosistem mangrove di wilayah Bengkalis dan sekitarnya.(ksm)

Editor : Arif Oktafian
#Komunitas pecinta lingkungan #Yayasan Gambut Riau #pelatihan produksi gula dari pohon nipah #bengkalis