BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau, Dinas Perhubungan Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis bersama instansi terkait termasuk Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bengkalis sudah menyampaikan kesiapan sarana penyeberangan.
Kepala Tata Usaha KSOP Bengkalis, Adlan Arefa mengungkapkan, bahwa saat rapat disampaikan bahwa Dinas Perhubungan telah menyiapkan lima armada kapal penyeberangan. Yakni Kapal Bahari Nusantara, Swarna Putri, Persada Nusantara, Swarna Begawan, dan Permata Lestari 3. Selain itu, Kapal Mutiara Pertiwi yang saat ini masih dalam proses docking juga berpotensi beroperasi jika sudah siap pada hari H pelaksanaan MTQ.
"Ya, kalau seluruh kapal bisa beroperasi, maka total ada enam kapal yang siap melayani penyeberangan. Mudah-mudahan ini bisa mengatasi antrean saat pelaksanaan MTQ nanti," ujar Adlan Arefa, Jumat (13/6/2025).
Baca Juga: Speedboat dari Malaysia Karam di Tengah Laut, 32 PMI Ilegal Diselamatkan Nelayan Rupat
Terkait operasional 24 jam atau penambahan perjalanan, hingga kini belum ada instruksi resmi. Namun hal ini mungkin terjadi, mengingat gangguan arus penyeberangan diperkirakan terjadi pada 24–28 Juni 2025, bertepatan dengan pembukaan MTQ.
“Kalau memang diminta untuk layanan 24 jam, KSOP siap mengeluarkan izin. Tapi tentu harus ada usulan resmi dari Dinas Perhubungan serta permintaan dari dua perusahaan pelayaran yang bersangkutan,” jelasnya.
Sedangkan untuk mengantisipasi menumpukan kendaraan tamu dari kabupaten/kota lain, area parkir juga telah dipersiapkan di beberapa titik, termasuk di Pakning, sekitar kantor camat, halaman kelenteng, dan Pelabuhan Sungai Selari.
Dari sisi keselamatan pelayaran, Dinas Perhubungan tengah melakukan perbaikan fasilitas pelabuhan seperti dermaga di Air Putih dan tiang penyangga di Sungai Selari. Perbaikan juga dilakukan pada dermaga 2 yang mengalami kerusakan. Namun perbaikan mobile brake (MB) di dermaga 1 Bengkalis belum bisa dilakukan karena kendala teknis pada sistem hidrolik.
“Pemantauan kondisi cuaca juga akan dilakukan setiap hari dan diinformasikan ke seluruh kapal yang akan berlayar,” jelas Adlan Arefa.(ksm)
Editor : Edwar Yaman