BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Kondisi penyeberangan di Dermaga Roro Air Putih–Sungai Pakning, Bengkalis, sempat lumpuh total pada, Sabtu (13/9/2025) dinihari. Ini akibat aksi protes puluhan sopir truk dan warga yang berhari-hari tidak bisa menyeberang.
Massa menutup akses jalan menuju dermaga 1 dengan truk hingga arus penyeberangan terhenti. Bahkan para sopir truk adu argumen dengan petugas karena tak tahan mengantre, sebab menilai pelayanan Roro sangat buruk.
"Kami protes. Karena kami sudah tiga hari mengantre tak bisa menyeberang. Bahkan bekal kami untuk makan dan minum juga sudah habis. Jadi kalau kami tak menyeberang hari ini maka kami akan kelaparan," ujar Andi, salah seorang sopir truk yang membawa air kemasan miniral, Sabtu (13/9/2025) siang.
Ia yang terlihat lemas, karena sudah tiga hari mengantre dan bekal yang diberikan perusahaan sebesar Rp1,8 juta juga sudah habis. Karena uang itu tidak hanya untuk ongkos menyeberang pergi dan pulang, juga isi BBM dan makan.
Aksi itu juga dipicu lambatnya pelayanan kapal Roro yang hanya beroperasi 1 kapal dan pada siangnya sekitat pukul 13.00 WIB barulah ada penambahan kapal. Sehingga kondisi itu terlihat penyerangan mulai normal.
"Bagaimana dengan kami yang baru datang pukul 10.00 WIB, kapan kami mau diseberangkan. Apalagi ada urusan mendadak mau ke Pekanbaru," ucap Yadi, salah seorang pengguna Roro Air Putih.
Melihat kondisi memanas sejak dini hari sampai siang, Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan segera menginstruksikan Kasat Intel AKP Irwandi, untuk turun langsung ke lokasi bersama Kapolsek Bengkalis Hendro dan personel gabungan Polres–Polsek. Polisi kemudian melakukan mediasi dengan para sopir di ruang tunggu pelabuhan.
"Kami sudah hubungi Kadis, tapi beliau sedang di luar kota. Akan diwakilkan salah seorang Kabid Dishub Bengkalis," ujar AKP Irwandi di hadapan para sopir.
Ia juga mengimbau agar koordinator aksi, Iwan, membuka akses agar penumpang lain tetap bisa menyeberang sambil menunggu pihak Dishub datang.
Sekitar pukul 14.30 WIB, setelah dialog dengan aparat kepolisian, sopir akhirnya membuka blokade jalan. Aktivitas penyeberangan pun kembali berjalan normal. Situasi di Pelabuhan Roro Air Putih tetap aman dan kondusif berkat koordinasi Polri bersama TNI, termasuk personel Kodim 0303/Bengkalis.
Sebelumnya kekesalan warga dan puluhan sopir truk memuncak pada Sabtu (13/9/2025) sekira pukul 08.30 WIB. Mereka menutup akses jalan menuju Penyeberangan Roro Air Putih–Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, lantaran berhari-hari tidak bisa menyeberang.
Dalam rekaman video di media sosial yang viral beredar, terlihat puluhan orang berkumpul di kawasan pelabuhan Roro. Sebuah truk bahkan diparkir melintang di jalan, menutup akses menuju pelabuhan. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena kapal yang ditunggu tak kunjung beroperasi.
Menurut keterangan warga, antrean kendaraan yang hendak menyeberang sudah menumpuk hingga berhari-hari. Hal itu membuat para sopir truk dan pengguna Roro hilang kesabaran.
"Turunkan Kadishub Bengkalis ke Roro ini. Kami ingin bicara langsung dengan kadisnya. Tambahkan kapal di Roro ini, kami sudah muak dengan janji-janji Pemkab Bengkalis," teriak seorang warga.
Sorakan serupa juga terdengar, warga mendesak pejabat terkait turun langsung ke lokasi mencari solusi untuk tambahan kapal penyeberangan Roro Air Putih Bengkalis.
Terhadap persoalan itu, Kadishub Bengkalis M Adi Pranoto yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya tidak menjawab. Bahkan pesan singkat WhatsApp-nya juga tidak dibalas.
Sedangkan kepala UPT Pelabuhan Roro Bengkalis Rasmiati juga tidak berada di lapangan. Hanya petugas dari Dishub Bengkalis yang tidak mengenakan atributnya melakukan pengaturan kendaraan yang akan diseberangkan.
"Ya, seharusnya petugas itu pakai baju dinas dan bukan seperti preman. Jadi kami tak tau dia petugas atau hanya mengatur sesuai kemauannya saja," ucap Oding.
Editor : Rinaldi