BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Selama dua hari, suasana SMPN 1 Bengkalis dihebohkan oleh puluhan pelajarnya yang kesurupan. Pada Selasa (14/10) ada pelajar dan guru yang kesurupan, sehingga membuat pelajar lain khawatir.
Namun kondisi itu, berlanjut pada Rabu (15/10) pagi, belasan pelajar dalam satu lokal kembali kesurupan, sehingga membuat pihak sekolah berinisiatif memulangkan pelajarnya lebih awal dari jadwal sekolah yang pulang siang hari.
Pagi itu, sebanyak 13 pelajar kelas VIII SMPN 1 Bengkalis mengalami kesurupan massal, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Beberapa di antaranya ada yang menjerit histeris dan ada menangis, bahkan tidak sadarkan diri hingga membuat guru dan pelajar lain panik.
Kepala SMPN 1 Bengkalis, Zulpai Hinda membenarkan insiden tersebut. Seluruh korban yang kesurupan merupakan pelajar perempuan dari jenjang kelas yang sama.
"Ya, yang kesurupan semuanya perempuan dan semuanya kelas delapan. Ini sudah hari yang kedua, setelah kejadian pada Selasa (14/10)," jelasnya.
Ia menyebutkan, melihat kondisi yang semakin tak terkendali, pihak sekolah memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan belajar dan memulangkan pelajar lebih awal. Guru kemudian menginformasikan para orang tua melalui grup WhatsApp untuk menjemput anak-anak mereka.
Sedangkan proses pemulihan dilakukan dengan cara rukiah oleh seorang guru, mahasiswa magang dari STAIN Laksemana Bengkalis, serta seorang pelajar yang diketahui memiliki kemampuan serupa. "Korban kesurupan di rukiah oleh guru, ada juga mahasiswa magang dari STAIN, dan seorang pelajar kita," ujar Zulpai.
Kejadian ini bukan yang pertama, sehari sebelumnya, Selasa (14/10), lima pelajar dan seorang guru perempuan juga mengalami hal serupa di sekolah yang sama. "Kemarin ada lima pelajar dan satu guru yang kesurupan. Sekarang bertambah jadi tiga belas pelajar. Kami sedang mencari cara agar kejadian ini tidak terulang," ungkapnya.
Ia mengatakan, akibat insiden tersebut, pihak sekolah memutuskan meliburkan kegiatan belajar sementara hingga situasi benar-benar kondusif. Karena dikhawatirkan akan menjangkit ke pelajar lain dan nanti membuat trauma tersendiri bagi anak didik lain.
Baca Juga: Tiga Atlet Riau Wakili Indonesia di Kejuaraan Senam Dunia 2025, TC di Moskow, Uji Coba di Hungaria dan Thailand
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis Hadi Prasetyo yang dikonfirmasi terkait pemulangan lebih awal pelajar SMPN 1 Bengkalis akibat kesurupan mengatakan, itu kebijakan yang diambil sekolah. Tentu tidak mengapa, karena ada kekhawatiran pelajar yang lain bakal kena hal yang sama.
"Kami mengharapkan proses belajar mengajar pelajar dan guru dapat berjalan dengan baik, tentu pihak sekolah hendaknya cepat mencarikan solusinya," ujarnya.
Editor : Rinaldi