BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Perseroda Bumi Laksamana Jaya (BLJ) Bengkalis akan melakukan renovasi serta peningkatan fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Air Putih. Dengan demikian, secara resmi SPBU ditutup sementara selama enam bulan kedepan.
"Ya, perawatan ini dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Pulau Bengkalis. Karena selama berdiri sekitar 23 tahun terakhir, SPBU BLJ baru satu kali melakukan perbaikan besar pada tahun 2010. Tahun 2025 ini menjadi perbaikan besar kedua," ujar Manager SPBU BLJ Bengkalis, Karyoto, Kamis (23/10/2025).
Menurutnya, langkah perbaikan dilakukan setelah adanya hasil inspeksi dari pihak Pertamina, yang menemukan beberapa bagian perlu diperbaiki. Salah satunya adalah tangki pendam yang sudah miring dan berpotensi mengalami rembesan akibat dimakan usia.
Sementara itu, Dedi Wirawan selaku Prokrutmen PT BLJ menambahkan, perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh terhadap empat unit tangki pendam yang ada.
"Ya, desain tangki pendam akan diubah total. Kami memperkirakan perbaikan berlangsung sekitar 150 hari kerja atau empat bulan, dan diharapkan selesai pada April mendatang," jelas Dedi.
Dedi mengatakan, setelah perbaikan selesai, SPBU BLJ akan memperluas jenis bahan bakar yang dijual. Rencana setelah rampung nanti, SPBU BLJ tidak hanya menjual Pertalite dan Solar, tapi juga akan menyediakan Dexlite dan Pertamax.
Selama masa perbaikan katanya lagi, SPBU BLJ tidak akan beroperasi sama sekali hingga seluruh pekerjaan rampung. Pihaknya berharap, SPBU dapat kembali beroperasi sebelum bulan puasa atau menjelang Idulfitri 2026, mengingat kebutuhan bahan bakar masyarakat Bengkalis meningkat signifikan pada masa tersebut.
Sementara itu, penutupan SPBU BLJ menyebabkan peningkatan pembelian bahan bakar di sejumlah APMS lain di Kota Bengkalis. Pengelola APMS Nurwati, Fikram Hidayat mengungkapkan, penjualan di tempatnya meningkat hingga dua kali lipat.
"Ya, biasanya penjualan pagi hanya sekitar 2.000 liter, sekarang bisa mencapai 4.000 sampai 5.000 liter. Peningkatan paling besar pada pembelian Pertalite. Meski penjualan meningkat, pihaknya belum menambah stok BBM," jelasnya.
Ia menyebutkan, saat ini pihaknya masih menyetok sekitar 10.000 liter setiap dua hari, atau dua mobil tangki masing-masing berisi 5.000 liter. Dengan perawatan yang dilakukan, diharapkan SPBU BLJ Bengkalis nantinya dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan menyediakan pilihan bahan bakar yang lebih beragam bagi masyarakat.
Editor : Rinaldi