BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Riau menyoroti buruknya pelayanan publik di sektor transportasi penyeberangan Roll On Roll Off (Roro) Bengkalis.
Berdasarkan hasil kajian dan pemantauan lapangan, Ombudsman RI Perwakilan Riau menilai, pelayanan Roro menjadi salah satu yang terburuk dibandingkan sektor pelayanan publik lainnya di Kabupaten Bengkalis.
Kepala Ombudsman Perwakilan Riau, Bambang Pratama usai mengikuti rapat bersama Pemkab Bengkalis mengatakan, meski bertahun-tahun gagal melakukan penilaian kepatuhan pelayanan publik terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, namun pemantauan terhadap sejumlah sektor tetap dilakukan.
"Memang pada tahun ini kami tidak melakukan penilaian kepatuhan pelayanan publik terhadap Bengkalis. Namun tahun lalu kami menilai beberapa OPD seperti Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP), Dinas Sosial, serta dua Puskesmas. Nilai rata-rata mereka cukup tinggi di tingkat Provinsi Riau," jelas Bambang, Sabtu (1/11/2025).
Namun, lebih lanjutnya, hasil kajian dan pemantauan terbaru menunjukkan, kondisi pelayanan penyeberangan Roro justru sangat memprihatinkan.
"Kalau dari hasil kajian kami sampai monitoring kemarin (Rabu dan Kamis), pelayanan penyeberangan Roro termasuk yang paling buruk di antara unit pelayanan publik di bawah Pemerintah Kabupaten Bengkalis," jelasnya.
Ia berharap, Pemkab Bengkalis segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan layanan Roro, terutama dalam upaya peralihan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagaimana rekomendasi Kajian Ombudsman Tahun 2023.
"Pelayanan penyeberangan antar pulau di Bengkalis adalah wajah pelayanan publik daerah ini. Jika tidak baik, akan meruntuhkan kepercayaan terhadap pelayanan publik lainnya. Karena pintu masuk utama ke Bengkalis adalah penyeberangan Roro. Bila tata kelolanya buruk, ditambah adanya praktik penyerobotan atau pengaturan oleh oknum, maka akan mencoreng citra pelayanan publik secara keseluruhan," jelas Bambang.
Layanan penyeberangan Roro Bengkalis–Sungai Pakning melalui Pelabuhan Air Putih kembali mengalami gangguan. Dari dua kapal yang beroperasi sejak 30 Oktober 2025, kini hanya tersisa satu armada, yakni KMP Swarna Putri, setelah KMP Pertiwi III mengalami kerusakan dan tidak dapat berlayar.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (31/10/2025) malam. Akibatnya, antrean kendaraan dan penumpang di pelabuhan mulai menumpuk, memicu kekecewaan di kalangan pengguna jasa yang sudah menunggu lama di sepanjang tepi Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu dan sebaliknya.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Edi Kurniawan membenarkan, bahwa KMP Pertiwi III mengalami kerusakan mesin sehingga tidak dapat beroperasi.
Edi menambahkan, dengan kondisi seperti yang terjadi hari ini, bagi pengguna jasa yang ingin berpergian sebaiknya ditunda dulu, khawatir akan terjadi antrean lama karena jumlah kapal hanya satu.
"Kami sudah meminta pihak operator, ALP, agar kapal segera melakukan pengecekan. Apalagi Pertiwi III ini baru saja selesai docking kurang dari bulan bulan," jelasnya.
Sementara itu, pihak ALP selaku operator kapal, Gunawan Triwinarko, membenarkan adanya kerusakan mesin pada KMP Pertiwi III saat kapal baru saja selesai memuat penumpang dan kendaraan. "Kapal tiba-tiba kehilangan tenaga dan tidak bisa berangkat. Kalau dipaksa berlayar, tentu membahayakan keselamatan penumpang," jelas Gunawan.
Ia menegaskan, menunda sedang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan dan akan memperbaiki secepat mungkin.
"Kami akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan kapal agar perbaikan segera dilakukan. Targetnya, Pertiwi III bisa segera beroperasi kembali," ungkapnya.
Selain itu, Gunawan juga menyebutkan, bahwa KMP Permata Lestari III masih dalam proses docking, namun akan diupayakan selesai lebih cepat untuk membantu memperlancar arus penyeberangan.
"Kami memahami kondisi saat ini cukup berat karena hanya satu kapal yang beroperasi. Untuk itu, kami mohon pengguna jasa bersabar," jelasnya.
Editor : Rinaldi