BENGKALIS (RIAUPOS .CO) – Kondisi yang meresahkan masyarakat selama tiga hari ini, akibat layanan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis yang amburadul hinhga menjadi polemik di tengah masyarakat sudah mencapai titik nadir.
Kondisi itu memicu amarah anggota Komisi II DPRD Bengkalis. Karena berbagai upaya telah ditempuh, namun solusi konkret tak kunjung ada, sehingga membuat masyarakat terus menjadi korban pelayanan buruk dan ketidakpastian.
Anggota Komisi II DPRD Bengkalis, Hendra Jeje dengan nada keras menyampaikan kekecewaannya. Karena dirinya menilai Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bengkalis tidak kompeten, dalam mengelola Roro dan gagal merespons keluhan masyarakat.
Sementara itu, Kadishub Bengkalis M Adi Pranoto melalui Kabid Pelayaran Edi Kurniawan yang dikonfirmasi terkait rusaknya kapal Ro-Ro yang sedang beroperasi membenarkan adanya gangguan tersebut.
“Ya benar, KMP Swarna Putri mengalami kerusakan di bagian kompresor, sekitar pukul 12.30 siang di Pakning. Saat ini kapal masih dalam proses perbaikan,” ujar Edi, Senin, (3/11/2025).
Menurutnya, kerusakan terjadi akibat pecahnya kompresor mesin kapal, sehingga operasional penyeberangan terpaksa dihentikan sementara.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kapal untuk mempercepat kedatangan kapal pengganti, KMP Swana Dharma, agar layanan penyeberangan bisa segera normal kembali. Alhamdulillah sekitar pukul 16.30 WIB sudah dua kapal yang beroperasi,” jelasnya.
Ia mengaku, saat ini pihak Dishub Bengkalis sudah berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun karena kondisi armada kapal yang kurang, maka pihaknya hanya mampu menunggu dari perusahaan agar dilakukan penambahan serta perbaikan.
Editor : M. Erizal