BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Awal tahun 2026 diwarnai dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Bengkalis. Masyarakat kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Pertamax.
Di eceran, harganya melambung, Pertalite dijual Rp14 ribu per liter. Sedangkan Pertamax dijual dengan harga Rp17 ribu sampai Rp18 ribu per liter.
Kondisi itu, terjadi pada Kamis (1/1/2026). Di mana antrean panjang bukan terjadi di SPBU, tapi di tingkat pengecer pinggir jalan. Sedangkan di SPBU penjualan BBM tutup, karena BBM belum masuk ke Pulau Bengkalis.
Bahkan pada Jumat (2/1/2026), hampir seluruh penjual eceran dan SPBU tutup dan kondisi ini membuat masyarakat resah. Karena mereka yang akan berangkat bekerja mengalami kendala di lapangan.
Sementara di warung kecil penjual BBM eceran di Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Pertalite dijual perliternya dengan harga Rp14 ribu kepada pengendara roda dua, Kamis (1/1/2026) malam.
Kesulitan para pengecer untuk mendapatkan BBM di Pulau Bengkalis berimbas juga pada harga jual BBM di tingkat pengecer. Karena mereka untuk mendapatkan BBM di SPBU juga perlu kerja keras dan menunggu antrean cukup lama.
Rizal, salah seorang pengendara roda dua mengatakan, di Pulau Bengkalis semenjak dua hari ini sangat sulit mendapatkan Pertalite, apalagi pada malam hari.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan harga, yang penting BBM tersedia dan pembeli tidak dipersulit. "Ya, saat ini susah BBM, dan ada pemilik warung menjual Pertalite mulutnya kasar. Mau tak mau terpaksa kita beli," ujarnya kesal.
Sementara itu, pemilik warung pengecer Pertalite mengakui BBM dalam dua hari ini putus dan sulit didapati. "Ya, harga Pertalite eceran naik sekarang. Mau beli ya beli saja dan kalau tak mau tidak usah dibeli," ucapnya.
Di sisi lain, Instruksi Bupati Bengkalis Kasmarni, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh pengelola SPBU yang beroperasi di seluruh kecamatan agar memprioritaskan penyaluran dan pelayanan BBM bagi kepentingan masyarakat.
Imbauan ini berlaku untuk seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis, baik di Pulau Bengkalis maupun kecamatan lainnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menjaga stabilitas ketersediaan BBM, mencegah terjadinya kelangkaan, gangguan distribusi, serta mengantisipasi munculnya keresahan dan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis Zulpan menegaskan, BBM merupakan kebutuhan strategis yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat serta keberlangsungan roda perekonomian daerah. Oleh karena itu, penyaluran BBM harus dilakukan secara tertib, tepat sasaran, dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
"Imbauan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung Bupati Bengkalis Kasmarni. Kami meminta seluruh pengelola SPBU di setiap Kecamatan agar mengutamakan kepentingan masyarakat dalam penyaluran BBM serta memberikan pelayanan yang adil, tertib, dan berkelanjutan," tegas Zulfan.
Ia menyampaikan, Disdagperin akan bekerja sama dengan Forkopimda Kabupaten Bengkalis dalam mengatasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan distribusi dan pelayanan BBM. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan pengawasan yang lebih efektif serta memastikan kebijakan berjalan optimal di lapangan.
Disdagperin juga mengimbau pengelola SPBU agar memperhatikan pengaturan antrean, jam operasional, serta mekanisme pelayanan yang transparan, guna menghindari penumpukan kendaraan, kecemburuan sosial, dan potensi gangguan ketertiban umum. Pemkab akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala bersama instansi terkait.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap ketersediaan BBM di seluruh Kecamatan dapat terjaga dengan baik, aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar, serta situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan SPBU tetap kondusif.
Editor : Rinaldi