BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Anak Buah Kapal (ABK) KM Makmur Jaya 89 yang terjatuh dari kapalnya di perairan Selat Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, sampai saat belum ditemukan. Bahkan Tim SAR masih melakukan pencairan di laut dan belum menemukan jasad korban.
Peristiwa jatuhkan ABK KM Makmur Jaya terjadi pada, Ahad (4/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, di perairan selat Bengkalis dengan koordinat posisi terakhir diketahui (LKP) 1°30'46”LU 102°41'46”BT.
"Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di laut selat Bengkalis dan belum menemukan jasad korban," ujar Kepala Kantor SAR Pekanbaru melalui Humasnya Kukuh Widodo, Rabu (7/1/2026).
Ia menyebutkan, kronologi kejadian berawal saat korban bernama Rapat (38) bersama sejumlah ABK lainnya terbangun dari tidur. Korban kemudian meminta tepung kepada salah seorang ABK untuk memasak. Namun, ketika ABK tersebut kembali ke lokasi, korban sudah tidak berada di tempatnya.
Ia menyebutkan, pencarian awal dilakukan oleh kru kapal dengan menyisir seluruh bagian KM Makmur Jaya 89, namun korban tidak ditemukan. Korban kemudian diduga kuat terjatuh ke laut dan kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang.
Korban Rapat, warga asal Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, hingga saat ini masih berstatus dalam pencarian tim SAR Gabungan.
Sedangkan tim SAR Gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Meranti, bersama unsur terkait telah melakukan operasi pencarian sejak, Selasa (6/1/2026). Memasuki hari ketiga, upaya pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sekitar titik LKP serta area perairan yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban.
Namun demikian kata Kukuh, hingga laporan ini diturunkan, korban belum berhasil ditemukan. Operasi SAR akan terus dilanjutkan sesuai dengan rencana operasi dan evaluasi di lapangan.
"Selain itu, Tim SAR juga mengimbau kepada masyarakat dan nelayan sekitar Perairan Bengkalis agar tetap waspada. Nelayan yang melintas atau ikut membantu pencarian kita minta untuk selalu menggunakan alat keselamatan serta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban," ujarnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman