Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dinilai Tak Mampu Atasi Persoalan Air Bersih, Lintas Komisi DPRD Bengkalis Desak Direktur Perumda Tirta Terubuk Mundur

Abu Kasim • Selasa, 7 April 2026 | 11:55 WIB
Rapat lintas komisi DPRD Bengkalis bersama manajemen Perumda Tirta Terubuk di ruang Komisi I DPRD Bengkalis, menyorot tajam dan mendesak solusi konkret atas krisis distribusi air yang belum teratasi, Senin (6/4/2026) sore. (Istimewa)
Rapat lintas komisi DPRD Bengkalis bersama manajemen Perumda Tirta Terubuk di ruang Komisi I DPRD Bengkalis, menyorot tajam dan mendesak solusi konkret atas krisis distribusi air yang belum teratasi, Senin (6/4/2026) sore. (Istimewa)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Dalam rapat dengar pendapat (RPD) lintas Komisi DPRD Bengkalis, mendesak agar Direktur Perumda Tirta Terubuk Bengkalis mengundurkan diri dari jabatannya. Karena dinilai tidak mampu mengatasi persoalan air bersih, yang saat ini mengalami krisis air baku di waduknya yang sudah kering kerontang.

Krisis air bersih yang dialami masyarakat memicu tekanan serius dari anggota lintas komisi DPRD Bengkalis terhadap Perumda Tirta Terubuk. 

Dalam RPD lintas komisi, yang berlangsung, Senin (6/4/2026) sore, para legislator melontarkan kritik tajam sekaligus mengultimatum tegas, menuntut langkah nyata setelah berulang kali persoalan distribusi air tak kunjung terselesaikan.

Baca Juga: Persoalan Batas Wilayah Meranti Tak Kunjung Selesai Pemkab Siapkan Audiensi ke DPR RI

"Ini untuk yang ketiga kalinya dipanggil, manajemen Perumda Tirta Terubuk Bengkalis kembali dihadapkan pada evaluasi terbuka. Namun hingga kini, solusi konkret yang diharapkan belum juga terlihat, sementara kondisi di lapangan masih jauh dari kata normal," tegas Firman, anggota Komisi II DPRD Bengkalis dalam RPD bersama Direktur Perumda Tirta Terubuk di ruang Komisi I DPRD Bengkalis, Senin (6/4/2026) sore.

Ia menegaskan, di tengah kekeringan sumber air baku yang belum pulih, bahkan kian berlumpur, membuat distribusi tetap tersendat. Situasi ini menegaskan bahwa persoalan yang terjadi tidak lagi semata bersifat teknis, melainkan mencerminkan lemahnya respons yang cepat, terukur, dan berorientasi pada hasil.

Kritik pedas Anggota Komisi II DPRD Bengkalis, Firman menilai manajemen Perumda Tirta Terubuk  masih terjebak dalam pola kerja pasif dan tidak adaptif terhadap situasi krisis.

Baca Juga: Akhirnya Pelaku Jambret Santunan Anak Yatim di Pekanbaru Ditangkap Usai Buron ke Sumatera Barat

“Kalau hal sederhana saja tidak bergerak, bagaimana mau bicara solusi besar? Kerja itu dimulai, bukan ditunggu,” ujarnya.

Sedangkan pimpin Fakhtiar Qodri, yang juga anggota Komisi III DPRD Bengkalis, juga mengungkapkan,  forum rapat secara tegas menolak pola penanganan yang terus berulang dalam bentuk alasan tanpa diikuti tindakan nyata. Ia menilai, berlarutnya persoalan menunjukkan kurangnya ketegasan dalam pengambilan keputusan.

“Air adalah kebutuhan pokok. Tidak ada ruang untuk alasan yang terus diulang. Yang dibutuhkan sekarang adalah keputusan dan tindakan nyata,” tegas Fakhtiar.

Baca Juga: Hakim Cecar soal 38 Stempel Palsu Perkara Perintangan Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi di Setwan

Ia mengingatkan, keterlambatan penanganan tidak hanya berdampak pada terganggunya pelayanan, tetapi juga mengikis kepercayaan masyarakat terhadap Perumda Tirta Terubuk Bengkalis. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka krisis yang dihadapi bukan hanya soal air, melainkan juga krisis kepercayaan publik.

“Jangan sampai masyarakat melihat tidak ada keseriusan. Kalau terus begini, bukan hanya air yang tidak mengalir, tapi kepercayaan publik juga ikut hilang,” jelasnya.

Tekanan semakin menguat ketika Sekretaris Komisi II DPRD Bengkalis, Rendra Wardana alias Yan Kancil, secara terbuka menyoroti stagnasi kinerja Perumda Tirta Terubuk Bengkalis. Ia menilai, rapat demi rapat hanya menghasilkan penjelasan yang sama tanpa perubahan nyata di lapangan.

Baca Juga: Siapkan Pisau dan Golok, Eksekusi usai Salat Magrib

“Tiga kali rapat, tapi tidak ada pergeseran. Ini bukan lagi soal kendala, melainkan soal keseriusan. Kami beri waktu tiga bulan jika tidak ada hasil, mundur adalah konsekuensi logis,” jelasnya.

Ia juga menyoroti persoalan mendasar yang belum tersentuh serius, yakni kondisi waduk yang telah menua dengan sedimentasi lumpur yang terus menumpuk. Menurutnya, pembiaran terhadap masalah tersebut mencerminkan tidak adanya keberanian dalam mengambil langkah strategis.

Sorotan paling tajam datang dari Hendra Jeje yang mempertanyakan langsung akuntabilitas kinerja pimpinan Peremda Tirta Terubuk. Dirinya menilai, jurang antara rencana dan realisasi semakin lebar, sementara masyarakat terus menanggung dampaknya.

Baca Juga: The Doctor, Bandar Narkoba Terkait dengan Kasus AKBP Didik Putra Kuncoro Dibekuk di Penang Malaysia

“Rencana terus ada, tapi hasil tidak terlihat. Masyarakat tidak hidup dari rencana. Mereka butuh air hari ini, bukan janji besok,” tegasnya.

Menurut Hendra, krisis yang terjadi bukan semata akibat faktor alam, tetapi juga kegagalan dalam merespons situasi secara cepat dan tepat. Dalam kondisi seperti ini, kepemimpinan diuji melalui tindakan, bukan sekadar penjelasan.

“Kalau tidak ada kemampuan untuk mengeksekusi, jangan dipaksakan bertahan. Jabatan ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Bertabrakan dengan Bus, Sopir Taksi Online Tewas

Dalam forum tersebut, DPRD juga menuntut transparansi penuh atas kondisi teknis dan keuangan PDAM, sekaligus meminta peta kerja yang jelas, terukur, serta memiliki tenggat waktu pasti, baik untuk penanganan jangka pendek maupun solusi jangka panjang.

Rapat lintas komisi ini menjadi penanda tegas bahwa ruang toleransi kian menyempit. Tanpa langkah konkret dalam waktu dekat, tekanan terhadap manajemen Perumda Tirta Terubuk dipastikan akan semakin menguat, seiring tuntutan publik yang kian mendesak akan kepastian dan keadilan layanan dasar.

Mendengarkan tekanan dari anggota lintas Komisi DPRD dalam RPD, Direktur Perumda Tirta Terbuk Bengkalis, Abel Iqbal sempat terdiam dan diberikan untuk menjawab maupun menjelaskan alasan. Baru diakhir rapat, pimpinan memberikan kesempatan untuk menanggapi sangahan dan pertanyaan anggota komisi 1, 2, 3 dan 4.

Baca Juga: Instruksi Wako, ASN Wajib Pilah Sampah dari Rumah

Direktur Perumda Tirta Terubuk Abel Iqbal mengatakan, memang saat ini kondisi air baku sedang mengalami kekeringan. Pihaknya sedang berupaya untuk memintak air waduk PT Meskom agar dapat mengalirkan airnya ke waduk Perumda Tirta Terubuk.

"Kami sudah berusaha mencapai sumur air baku, baik bersama RT, RW dan kepala desa agar mencari sumber air di kebun dan hutan.

 Tapi hasilnya tidak ada dan kami sedang meminta PT Meskom dan juga koperasi Meskom Sejati agar mengalirkan air waduknya ke waduk Perumda.

Baca Juga: Timbun BBM Subsidi, Warga Enok Inhil Ditangkap Polisi

"Memang saat ini musim kemarau dan air kering. Kalau seluruh upaya ini sudah kami lakukan, nanti terserah pemerintah dan dewan menentukan kondisi Perumda Tirta Terubuk kedepan," ujarnya.

Editor : M. Erizal
#Perumda Tirta Terubuk Bengkalis #dprd bengkalis #RDP DPRD