BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Sampai saat ini kondisi antrean masyarakat di Pulau Bengkalis untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar terus berlanjut.
Kondisi ini diakibatkan oleh naikkan BBM nonsubsidi dan membuat pemilik kendaraan bermotor jenis mobil mengalihkan ke BBM subsidi, karena dinilai lebih terjangkau.
Namun melihat kondisi antrean yang setiap hari terjadi dan dialami masyarakat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis mengingatkan masyarakat diingatkan tidak panik. Karena stok dan kuota BBM untuk pulau Bengkalis cukup.
Baca Juga: Sempat Buang Barang Bukti, Pria di Concong Inhil Diamankan Bersama 14 Paket Sabu
Sedangkan dari pantauan di lapangan, sejak SPBU membuka pelayanan penjualan BBM jenis Pertalite langsung diserbu masyarakat untuk mendapatkan BBM murah. Padahal untuk tingkat pengecer di pinggir jalan sudah merata dijual oleh pedagangnya.
"Kalau di SPBU lebih murah harganya dan seluruhnya sampai Rp2-5 ribu per liternya. Makanya kami rela antrean asal dapat yang murah dan volumenya bisa banyak," ucap Yanti.
Ia mengaku sudah 1 jam lebih ikut antrean panjang di SPBU jalan Bantan Senggoro. Karena penjualan BBM di SPBU ini rutin setiap hari, namun anehnya selalu habis cepat.
Baca Juga: Dua Sapi Warga Inhu Jadi Hewan Kurban Presiden, Salah Satunya Terberat se-Riau
Sedangkan sampai Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB ratusan kendaraan roda dua dan empat berjejer antrian di SPBU di Jalan Lembaga dan Jalan Bantan untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
"Wah ramai dan padat yang mengantrenta. Bahkan mobil tangki BBM sore baru masuk ke SPBU. Makanya kami juga mempertanyakan kenapa lambat sampai, karena mobilnya sudah antre di Roro penyeberangan sebelum jam 12 siang, tapi baru sampai di SPBU hampil pukul 17.00 WIB," ujar Hendri, salah seorang warga Senggoro yang ikut antrian BBM.
Sementara itu, pengelola SPBU di Jalan Bantan, Bengkalis, Ujang mengatakan, bahwa distribusi BBM di lapangan berjalan normal tanpa kendala berarti. Pasokan BBM terus masuk secara rutin.
Baca Juga: Berkas Perkara Korupsi KUR Bank Plat Merah di Pekanbaru Dinyatakan Lengkap
“Ya, BBM di sini aman, tidak langka. Di SPBU masih tersedia. Kemaren saja kami menerima pasokan sekitar 15.000 liter. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Ujang.
Ia menilai, isu kelangkaan BBM yang beredar saat ini lebih banyak dipengaruhi kondisi di daerah lain, sehingga turut memicu kekhawatiran di Bengkalis.
“Isu yang beredar itu kebanyakan dari daerah seperti Pekanbaru, Bangkinang, Kuansing, dan Pelalawan. Masyarakat di Bengkalis jadi ikut termakan isu. Padahal di sini pasokan tetap masuk dan kami terus menyalurkan hingga ke pelosok,” jelasnya.
Baca Juga: Mantan Pj Sekda Riau Sebut Abdul Wahid Tak Pernah Atur Pergeseran Anggaran
Meski demikian, Ujang mengakui pihaknya menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan distribusi dengan kebijakan barcode yang berlaku saat ini.
“Ya, memang ada sedikit kendala dengan kebijakan barcode, jadi harus bisa menyesuaikan dengan jumlah pasokan yang masuk. Tapi secara umum tidak ada masalah,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Disdagprin Bengkalis, Zulpan, juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Bengkalis dalam kondisi aman dan lancar. Hal ini berlaku baik di Pulau Bengkalis, wilayah daratan, maupun Pulau Rupat.
Baca Juga: Mendagri Pamerkan Inovasi Wako Pekanbaru dalam Menggenjot PAD Kota
Menurut Zulpan, hingga saat ini tidak ada dampak dari kondisi distribusi BBM yang terjadi di sejumlah daerah lain seperti Pekanbaru dan sekitarnya. Ia menegaskan bahwa kuota BBM untuk Kabupaten Bengkalis masih mencukupi dan penyalurannya berjalan normal.
“Untuk Kabupaten Bengkalis, stok BBM dalam keadaan aman dan tersedia. Tidak ada imbas dari kondisi di daerah lain. Penyaluran tetap berjalan lancar dan kuota masih seperti biasa,” ujarnya,m.
Zulpan juga mengimbau, masyarakat agar tidak terpancing isu kelangkaan BBM yang dapat menimbulkan kepanikan. Dirinya menegaskan tidak ada kenaikan harga maupun kekosongan stok yang perlu dikhawatirkan.
Baca Juga: Terkait Dugaan Korupsi, Kejati Riau Kembali Geledah Kantor Disdikbud Rohil
“Kami berharap masyarakat tidak resah dan tidak melakukan panic buying. Jangan sampai terjadi penumpukan atau penyimpanan BBM seperti Pertalite dan Solar karena secara keseluruhan kondisi di Bengkalis aman dan terkendali,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha dan kelompok yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan transportasi dan lainnya untuk segera mengurus akun aplikasi XStar sesuai ketentuan dari BPH Migas.
“Masyarakat yang membutuhkan BBM subsidi untuk kegiatan usaha dapat mengajukan melalui dinas terkait. Misalnya sektor perkebunan ke Dinas Perkebunan, perikanan ke Dinas Perikanan, pertanian ke Dinas Pertanian, dan transportasi ke Dinas Perhubungan. Untuk UMKM bisa melalui Dinas Koperasi,” jelasnya.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki BBM, Bus Terbakar Sedikitnya 16 Orang Meninggal di Jalinsum
Ia menyebutkan, dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama pihak SPBU memastikan distribusi BBM di Kabupaten Bengkalis tetap terjaga dan masyarakat diminta untuk tetap tenang serta bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.
Editor : M. Erizal