Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ratusan Umat Muslim Pengingat Perjuangan Ulama Penyebar Islam di Mandau

Abu Kasim • Senin, 11 Mei 2026 | 20:05 WIB
Tokoh ulam dan masyarakat memanjatkan doa dalam haul Tuan Syekh H Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi di kompleks Pemakaman  Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Senin (11/5/2026). (Istimewa)
Tokoh ulam dan masyarakat memanjatkan doa dalam haul Tuan Syekh H Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi di kompleks Pemakaman Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Senin (11/5/2026). (Istimewa)

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Ratusan umat muslim di Kecamatan Pinggir, Mandau, Tualang Mandau berkumpul di Gubah atau kompleks Pemakaman Tuan Syekh H Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Senin (11/5/2026).

Kegiatan haul berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa serta para jamaah tarekat dari berbagai daerah di Kabupaten Bengkalis dan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, takhtim dan doa bersama, kemudian dilanjutkan pembacaan manaqib yang mengisahkan riwayat hidup serta perjuangan Tuan Syekh dalam menyebarkan ajaran Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Mandau, Pinggir, Talang Muandau hingga daerah sekitarnya.

 Baca Juga: Ternyata Bupati Suhardiman Amby Cucu Datuk Bandaro Kuning, Seorang Pahlawan Kemerdekaan Asal Kuansing

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sambutan serta penyampaian kesan dan kenangan oleh para tokoh agama dan masyarakat yang mengenal sosok Tuan Syekh, sebelum ditutup dengan makan bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan silaturahmi.

Ketua Panitia Haul Syekh H  Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi, H Zulfan Efendi S.Sos menyampaikan bahwa Allahyarham Tuan Syekh H Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi merupakan seorang guru tarekat yang lahir pada tahun 1878 dan wafat pada 7 Mei 1960.

Ia merupakan murid dari Tuan Syekh Al-Masaih Abdurrahman Kota Intan, yang juga murid langsung dari Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan, Guru Besar Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia yang berkedudukan di Basilam Langkat, Sumatera Utara.

 Baca Juga: Belum Sempat Transaksi Sabu, Resedivis Tak Berkutik Ditangkap di Pelabuhan Lahang Inhil

“Haul ini memperingati 66 tahun wafatnya Tuan Syekh Imam Sabar sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang telah berjasa besar dalam perkembangan Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah di Kecamatan Mandau, Pinggir, Talang Muandau dan sekitarnya,” ujar Zulfan yang juga Ketua DPH LAMR Kecamatan Mandau.

Ia berharap, masyarakat dapat terus melanjutkan dan mempertahankan perjuangan para ulama dalam mengembangkan syiar Islam serta menjaga nilai-nilai persatuan dan ukhuwah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, perwakilan kepala desa sekitar, Akhyar Mukmin mengatakan bahwa Tuan Syekh H Imam Sabar merupakan ulama besar Naqsyabandiyah di wilayah Mandau yang pada masa itu masih berada dalam wilayah Kerajaan Siak Sri Indrapura.

 Baca Juga: Kemenhaj Kuansing Imbau JCH Fokus Persiapan Armuzna, Terutama Lansia

“Beliau banyak berjasa dalam mengislamkan masyarakat suku asli di wilayah Mandau dan sekitarnya. Haul ini bertujuan mengingatkan kita terhadap perjuangan para ulama dalam penyebaran agama Islam,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda harus mengenal sejarah perjuangan para ulama terdahulu dan meneladani akhlak serta semangat dakwah yang diwariskan.

“Haul ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga warisan perjuangan ulama terdahulu. Semoga nilai perjuangan, persatuan dan dakwah yang diwariskan Tuan Syekh terus hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.

 Baca Juga: Jemaah Asal Meranti Rampungkan Umrah Wajib di Makkah, Seluruh Jemaah Risiko Tinggi Dalam Kondisi Baik

Sedangkan Camat Pinggir Zama Riko Dakanahay  menyampaikan bahwa Tuan Syekh H Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi merupakan sosok ulama besar yang meninggalkan jejak perjuangan luar biasa bagi masyarakat Mandau dan sekitarnya.

“Beliau bukan hanya menyebarkan agama Islam, tetapi juga membangun persatuan umat serta menanamkan nilai-nilai akhlak dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Zama Riko.

Ia juga mengajak generasi muda agar tidak melupakan sejarah para ulama yang telah berjasa membangun daerah melalui jalur dakwah dan pendidikan.

“Kita berharap haul ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meneladani perjuangan beliau, menjaga ukhuwah, serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan,” jelasnya.(ksm)

Editor : Edwar Yaman
#umnat muslim #Perjuangan Ulama #Penyebar Islam di Mandau