Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ratusan Kendaraan Antre di 4 SPBU Bengkalis

Abu Kasim • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:13 WIB
ANTREAN PANJANG: Ratusan pengendara roda dua mengantre panjang di SPBU Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis untuk mendapatkan BBM, Rabu (1/7/2026). (abu kasim/riau pos)
ANTREAN PANJANG: Ratusan pengendara roda dua mengantre panjang di SPBU Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis untuk mendapatkan BBM, Rabu (1/7/2026). (abu kasim/riau pos)

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Akibat keterlambatan mobil angkutan BBM masuk ke pulau Bengkalis, mengakibatkan ratusan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, mengantre panjang di 4 SPBU di pulau Bengkalis, Rabu (1/7).

Dari pantauan di lapa­ngan, mulai dari SBPU di Desa Teluk Latak, Desa Senggoro, Desa Wonosari Kecamatan Bengkalis dan SPBU di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, mengalami antrean cukup panjang.

Antrean cukup memprihatinkan di SPBU Jalan Lembaga Desa Wonosari. Ratusan kendaraan bermotor sudah mengantre sejak pukul 13.30 WIB. Sampai pukul 16.00 WIB, pintu SPBU tersebut belum juga dibuka. Bahkan petugas SPBU pun tidak kelihatan standby di tempat pengisian BBM.

Baca Juga: Ratusan Kendaraan Bermotor Antrean BBM pada Empat  SPBU di Pulau Bengkalis, Ini Penyebabnya

“Antre tiga jam di tengah terik matahari hingga sore,  belum juga masuk minyak. Karena terlambat masuk mobil tangki, maka masyarakat yang menjadi korbannya,” jelas Andi, salah seorang warga Senggoro, Rabu (1/7).

Tak hanya itu, persoalan kelangkaan BBM juga dira­sakan oleh perwakilan dari 20 desa di Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan. Pihak desa mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkalis, segera mengambil langkah konkret agar distribusi bahan bakar mi­nyak dapat menjangkau masyarakat desa yang selama ini bergantung pada pelansir.

Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Warga Rupat Utara, Ipda ES Dicopot dan Ditahan di Ruang Penempatan Khusus

Warga menilai skema sub-penyalur bagi wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan terpencil (3T) layak dite­rapkan di Pulau Bengkalis. Ini mengingat kondisi geografis daerah tersebut yang masih memiliki keterbatasan akses distribusi BBM.

Yandi, salah seorang perwakilan Desa Teluk Lancar menegaskan, bahwa masya­rakat hanya ingin memperoleh kemudahan mendapat­kan BBM untuk kebutuhan sehari-hari, bukan untuk mencari keuntungan.

Baca Juga: TJSL PLN Peduli UIP Sumbagteng Angkat Batik Bukit Batu sebagai Ikon Fashion Baru

“Tolonglah kami, kami bukan mau kaya, hanya untuk memenuhi keperluan keluarga sehari-hari,” ujar ujarnya.

Sedangkan Udin, salah seorang warga, pulau Bengkalis mengatakan, Kabupaten Bengkalis dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak bumi terbesar di Provinsi Riau. Sebagian wilayahnya berada dalam Wilayah Kerja Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan.

“Kalau kami ini penimbun minyak, kami siap ditangkap, kami hanya untuk keperluan keluarga sehari-hari, bukan untuk kaya bang,” terangnya.

Udin berharap BPH Migas, Pemerintah Kabupa­ten Bengkalis, serta instansi terkait dapat memberikan kemudahan akses BBM bagi masyarakat desa.

“Namun demikian, dengan harapan kami kepada BPH migas, Bupati Kabupaten Bengkalis, Pemkab, maupun dinas terkait, permudahlah kami,” harapnya.(lim)

Laporan ABU KASIM, Bengkalis

Editor : Arif Oktafian
#SPBU Bengkalis #pulau bengkalis #bengkalis #antrean bbm