BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Sebanyak 32 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mengikuti program pendidikan melalui sekolah non formal yakni Paket A, B dan C. Program ini bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Bantani, yang buka Kamis (16/7/2026).
Dari 32 warga binaan yang melanjutkan pendidikan ini, sebelumnya sempat terhenti. Dengan rincian, 3 orang mengikuti Paket A (setara SD), 12 orang Paket B (setara SMP), dan 17 orang Paket C (setara SMA).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian, yang bertujuan memberikan kesempatan kedua kepada warga binaan untuk memperoleh pendidikan sekaligus membekali mereka dengan kompetensi yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat.
Baca Juga: 33 Sekolah di Meranti Direvitalisasi, Disdikbud Optimistis Jumlahnya Bakal Bertambah
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Boy Fernandes, menegaskan bahwa keterbatasan ruang gerak di dalam lapas tidak boleh menjadi penghalang bagi warga binaan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.
"Ya, pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk saudara-saudara kita yang sedang menjalani pidana. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa saat bebas nanti mereka tidak hanya memiliki kesadaran hukum yang lebih baik, tetapi juga memiliki ijazah resmi sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan," jelas Boy Fernandes.
Sementara itu, pihak PKBM Al Bantani menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Proses belajar mengajar akan dilaksanakan sesuai standar pendidikan nasional sehingga lulusan Paket A, B dan C memiliki kualitas yang setara dengan pendidikan formal.
Pembukaan program berlangsung dengan khidmat dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Kehadiran sekolah paket di Lapas Bengkalis diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar, memperbaiki diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis kembali menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga warga binaan memiliki kesempatan untuk bangkit dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti.
Editor : Rinaldi