Udara Berkabut, Sekolah di Bengkalis Pulangkan Siswa Lebih Awal

Abu Kasim • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:33 WIB
Sekretaris Disdik Bengkalis, Muthu Saily.(Istimewa)
Sekretaris Disdik Bengkalis, Muthu Saily.(Istimewa)

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -  Dalam beberapa hari terakhir, kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis masih berkabut. Bahkan kabut asap tersebut sudah mulai berdampak terhadap aktivitas belajar dan  mengajar di sekolah.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis meminta seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara yang terus memburuk.

Bahkan kondisi cuaca ekstrem dan kabut asap yang mulai pekat, sejumlah sekolah sudah meliburkan siswa dan memulangkannya lebih awal. Seperti pada Selasa (15/9/2026) siswa dipulangkan lebih awal. Sedangkan pada Rabu (16/9/2026) sekolah diliburkan.

 Baca Juga: Manchester United Perlu Kemenangan Lawan Brighton setelah Menjalani Pekan yang Buruk

Sekretaris Disdik Kabupaten Bengkalis, Muthu Saily menyebutkan pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah koordinator wilayah (korwil) pendidikan terkait kondisi udara yang dinilai tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara normal.

Bahkan, katanya lagi, beberapa sekolah terpaksa mengambil langkah mempercepat pemulangan siswa yang sudah terlanjur datang ke sekolah. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk melindungi peserta didik dari paparan udara yang tidak sehat.

“Ya, hari ini ada beberapa korwil pendidikan yang melaporkan bahwa ada siswa yang sudah terlanjur masuk sekolah. Karena kondisi udara tidak sehat, mereka diberikan dispensasi untuk pulang lebih awal,” ujar Muthu Saily, Rabu (16/9/2026).

 Baca Juga: Masih Jadi Penentu, Liverpool Tidak Bisa Menganggap Remeh Mac Allister dan Cody Gakpo

Ia menyebutkan, kondisi cuaca dan kualitas udara yang berubah-ubah membuat sekolah harus terus memantau perkembangan situasi sebelum menentukan pola pembelajaran. Sekolah tidak dianjurkan memaksakan pembelajaran tatap muka apabila kondisi lingkungan tidak memungkinkan.

Menurutnya, kondisi cuaca dan kualitas udara ini berubah-ubah. Jadi sekolah diminta waspada dan melihat kondisi. Apabila tidak memungkinkan, maka pembelajaran dapat dilakukan secara daring.

Ia menyebutkan, sejumlah wilayah yang telah melaporkan adanya penyesuaian aktivitas pembelajaran antara lain Korwil pendidikan tingkat SD Bengkalis, Bukitbatu, Siak Kecil, Datuk Laksamana, Pinggir, dan Talang Muandau.

 Baca Juga: Sempat Berputar-putar di Langit Pekanbaru, Citilink QG936 dari Jakarta Akhirnya Mendarat di SSK II

Di wilayah tersebut, sekolah mengambil langkah antisipasi dengan mempercepat pemulangan siswa. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko peserta didik terpapar udara yang tidak sehat selama berada di lingkungan sekolah maupun dalam perjalanan pulang.

“Rata-rata yang sudah melaporkan menyampaikan kondisi udaranya. Jika tidak memungkinkan untuk tatap muka, maka wajib menggunakan sistem dalam jaringan,” jelas Muthu.

 

Ia menambahkan, penyesuaian pembelajaran akan tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara di masing-masing wilayah. Karena itu, pihak sekolah diminta tidak hanya berpedoman pada kondisi udara di satu wilayah, tetapi turut memantau perubahan kualitas udara secara berkala.

Dinas Pendidikan juga mengingatkan sekolah agar mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan apabila kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Penggunaan masker dan pembatasan kegiatan luar kelas menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan peserta didik.

Kondisi tersebut sejalan dengan imbauan pemerintah kepada masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya, agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada level tidak sehat. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan menggunakan masker.

"Ya, anak-anak harus menggunakan masker saat keluar rumah. Juga mengurangi aktifitas diluar rumah, jika cuaca kurang baik," jelasnya.(ksm)

Editor : Edwar Yaman
Udara Berkabut Pulangkan Siswa Lebih Awal bengkalis