Misalnya, Jalan Budi Kemuliaan yang berada di Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, turut terendam banjir rob. Masyarakat yang melintas di Jalan Kemuliaan terutama menggunakan kendaraan roda dua maupun empat harus berhati-hati. Selain itu, ada sebagian kendaraan milik warga yang terjebak banjir dan tidak bisa dinyalakan.
Salah seorang warga Jalan Budi Kemuliaan, Amran (56) menjelaskan, banjir rob yang terjadi kali ini boleh dikatakan cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan ada beberapa titik yang tidak pernah tersentuh banjir, sekarang telah terendam.
"Jalan di pemukiman di tepi laut yang tahun lalu tak tergenang, hari ini tergenang. Rumah warga yang selama ini tak pernah tergenang, hari ini tergenang," kata Amran.
Jalan protokol lainnya yang turut terendam yakni berada di Jalan Pattimura, Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota. Malahan lainnya juga sampai menutupi ruas badan jalan.
"Banjir akibat pengaruh pasang air laut tahun ini cukup tinggi. Ini memasuki hari kedua sampai nanti hari ketiga. Setelah itu, ketinggian baru berkurang," kata Ummi (65) warga Kelurahan Laksamana.
Banjir dari pengaruh pasang air laut ini, lanjut Ummi, biasanya tidak lama. Hanya bertahan sekitar tiga jam saja. "Pasang air laut tadi itu kan muncul pukul 06.00 WIB. Nanti sekitar pukul 08.30 WIB atau pukul 09.00 WIB, airnya kembali surut. Banjirnya juga surut," kata Ummi.
Editor : RP Rinaldi