DUMAI (RIAUPOS.CO) - Setelah berhasil meraih Adiwiyata di tingkat Provinsi Riau tahun 2024 lalu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Dumai terus berbenah. Gilirannya di tahun 2025 ini, SMK Negeri 3 Dumai bertekad bulat untuk dapat meraih Adiwiyata di tingkat nasional.
''Keberhasilan yang didapat di tingkat Provinsi Riau tahun ini, telah menjadi motivasi bagi kami untuk bisa meraih Adiwiyata di tingkat nasional,'' kata Kepala Satuan Pendidikan SMK Negeri 3 Dumai Drs Dian Dini kepada Riaupos.co di Dumai, Selasa (24/2/2025).
Untuk dapat merebut Adiwiyata tingkat nasional itu, lanjut Dian, berbagai persiapan dan pembenahan di SMK Negeri 3 Dumai terus dilakukan.
''Kami segenap tim dan kerja sama dengan semua warga sekolah berusaha untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan asri,'' kata Dian seraya menambahkan agar bisa memenuhi komponen Adiwiyata Nasional tahun 2025.
Pembenahan yang dilakukan di SMK Negeri 3 Dumai ini, tambah Dian, seperti meningkatkan budaya disiplin, kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekolah.
''Melihat potensi dan kondisi serta kekompakan yang ada di sekolah, kami optimis apa yang dimimpikan bisa diraih,'' kata Dian.
Dukungan dari pihak terkait dalam mewujudkan impian tersebut, lanjut Dian, memiliki peranan yang cukup besar. Misalnya, adanya bantuan tempat sampah dari Pemko Dumai melalui Kelurahan Bukit Kapur. Kemudian bantuan tanaman dan tempat sampah mini dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai.
Selain itu, lanjut Dian, bantuan bibit tanaman rambutan, kelengkeng dan mangga sebanyak 300 batang dari BBIH Provinsi Riau. Serta bantuan Alat Pemadan Kebakaran Ringan (Apar) dari PT Elnusa Cabang Dumai. Termasuk sosialisasi K3LH dari tim PT Elnusa Cabang Dumai.
''Dengan adanya beberapa bantuan fisik dan nonfisik ini akan menambah nilai setiap permintaan komponen Adiwiyata di tingkat nasional nanti,'' kata Dian.
Pembenahan lainnya, tambah Dian, yakni menyangkut dengan limbah kantin seperti air cucian piring disalurkan ke kolam penampungan dan ditanamani sayuran berupa genjer. Serta mengolah limbah sampah organik menjadi pupuk kompos.
Selain itu, lanjut Dian, membuat lubang sampah untuk sampah organik dan sampah nonorganik dikumpulkan di dalam goni dan dikirimkan ke sampah bank. Serta membuang sampah pada tempatnya.
''Alhamdulillah, sekolah kita sudah bersih dan bebas dari sampah,'' kata Dian.
Para guru dan siswa, tambah Dian, diimbau untuk membawa tempat minum dan bekal makanan untuk mengurangi sampah kertas dan plastik. Sehingga kebersihan dan pengurangan sampah bisa diminimalisasir.
''Kami minta dukungan dari semua pihak untuk pencapaian sekolah Adiwiyata tingkat nasional ini. Baik dari lingkungan sekitar sekolah maupun Pemko Dumai,'' kata Dian.(sah)
Editor : Edwar Yaman