DUMAI (RIAUPOS.CO) - Jelang perayaan Nyepi dan lebaran Idulfitri 1446 H, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Kilang Dumai sudah mengambil langkah-langkah strategis.
Seperti telah membentuk dan mengaktifkan satuan tugas (satgas) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) yang terus siaga selama 24 jam. Sehingga ketersediaan energi selama periode Ramadan dan Idulfitri dapat terus terpantau.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Area Manager Communication, Relations And CSR PT KPI Kilang Dumai, Agustiawan, Senin (24/3/2025) sore ketika melaksanakan silaturahmi dan buka puasa bersama PT KPI RU II Dumai dan pimpinan redaksi serta jurnalis di Dumai. Kegiatan buka bersama ini dikemas dalam tema harmoni merajut energi.
''Dalam buka bersama ini, kami ingin menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan energi. Salah satunya yakni kesiapan ketersediaan energi selama periode Ramadan dan Idulfitri,'' kata Agustiawan.
Pria yang akrab disapa Agus ini menambahkan, menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1446 H, PT KPI Kilang Pertamina RU II Dumai telah membentuk serta mengaktifkan Satgas RAFI untuk siaga selama 24 jam.
''Satgas RAFI 2025 mulai bertugas secara resmi sejak tanggal 17 Maret 2025 hingga tanggal 15 April 2025 mendatang,'' ucap Agus.
Satgas ini, lanjut Agus, bertugas memastikan produksi BBM terus berjalan sehingga pasokan bagi masyarakat terpenuhi selama periode mudik khususnya di wilayah Sumbagut.
''Intinya Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning siap melayani kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri,'' ujar Agus seraya menambahkan KPI tetap komit memberikan layanan terbaik untuk masyarakat.
Selain itu, lanjut Agus, PT KPI Kilang Dumai berkomitmen untuk menjaga kelancaran produksi dan suplai BBM selama perayaan Idulfitri 1446 H agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Kilang Dumai saat ini beroperasi dengan aman dan andal dengan kapasitas produksi 120 Million Barel Steam per Day (MBSD).
Diperkirakan, tambah Agus, produksi kilang di bulan April mencapai 58 ribu kiloliter untuk produk gasoline. Dan 341 ribu kiloliter untuk produk gasoil.
''PT KPI Kilang Dumai juga siap mendukung kebutuhan avtur sebesar 37 ribu kiloliter guna memastikan kelancaran arus mudik bagi masyarakat yang menggunakan transportasi udara,'' kata Agus seraya menambahkan salah satu distribusi avtur dialokasikan ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Kesimpulannya, lanjut Agus, PT KPI Kilang Pertamina RU II Dumai hanya memproduksi BBM sesuai dengan kebutuhan dan standar yang telah ditetapkan.
''Lebih dekat lagi Kilang Pertamina RU II Dumai itu adalah sebagai dapur. Yang namanya dapur, hanya memasak atau memproduksi saja. Dan memproduksinya harus tetap mengikuti ketentuan yang ada,'' ucapnya.
Di samping itu, lanjut Agus, PT KPI Kilang RU II Dumai juga melakukan patroli rutin di sejumlah area strategis serta menjalankan program Management Walk Through (MWT).
Patroli rutin tersebut disinergikan dengan melakukan koordinasi bersama Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan pemerintah daerah guna memastikan distribusi energi di wilayah tersebut tetap lancar tanpa hambatan.
Untuk itu, Agus juga mengajak masyarakat untuk mendukung kelancaran operasional Kilang Dumai serta mendoakan kesehatan para pekerja Pertamina yang bertugas selama periode RAFI 2025 agar dapat menjalankan tugas dengan optimal.
''Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kilang-kilang Dumai dan Sungai Pakning dapat terus beroperasi dengan andal dalam memenuhi kebutuhan energi nasional,'' harap Agus. (sah)
Editor : M. Erizal