Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terus Berbenah, PT BSP Makin Profesional

Joko Susilo • Senin, 16 September 2024 | 09:45 WIB
Corporate Secretary PT BSP Ardian Ardi (kanan) menjadi narasumber saat diskusi bisnis yang ditaja oleh SPS Riau, Ahad (15/9/2024).
Corporate Secretary PT BSP Ardian Ardi (kanan) menjadi narasumber saat diskusi bisnis yang ditaja oleh SPS Riau, Ahad (15/9/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seiring berjalannya waktu pasca-alih kelola penuh migas di wilayah kerja Rokan Coastal Plain Pekanbaru (WK Blok CPP), PT BSP sebagai operator tunggal semakin profesional. Begitu diungkapkan Corporate Secretary PT BSP Ardian Ardi dalam diskusi Bisnis SPS Riau di Mal SKA Pekanbaru, Ahad (15/9).

Dalam diskusi yang dipandu Satria Utama Batubara, ia secara lugas mengurai tentang kondisi kekinian BUMD migas tersebut pasca-mendapatkan hak tunggal pengelolaan WK CPP (Coastal Plain Pekanbaru) selama 20 tahun sejak 9 Agustus 2022. “Kami sudah berubah, lebih profesional dibandingkan sebelum alih kelola WK CPP,” kata Adrian di hadapan para peserta diskusi bisnis dalam rangkaian Media Expo Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau 2024, di Atrium Siak, lantai dasar Mal SKA Pekanbaru.

Adrian menjelaskan, sikap profesional BSP itu ditunjukkan dalam berbagai sisi perusahaan, termasuk misalnya dalam rekrutmen karyawan perusahaan migas yang bergerak dari industri hulu hingga hilir tersebut.

“Dulu mungkin ada karyawan yang masuk tanpa proses rekrutmen atau dititip-titip. Tetapi sekarang itu sudah tidak bisa lagi dilakukan siapapun. Semua penerimaan (pegawai) melalui proses yang dilakukan SKK Migas, bukan langsung ke BSP,” papar Adrian.

Dalam diskusi selama satu jam tersebut, Adrian menjelaskan tentang berbagai kemajuan yang telah dicapai BSP saat ini. Menurut Adrian, produksi harian BSP saat ini mencapai 9.200 barel per hari atau meningkat 1.200 barel ketimbang sebelum alih kelola dua tahun lalu. Untuk meraih peningkatan produksi yang sangat signifikan tersebut, selain dengan membuat sumur-sumur, juga melalui revitalisasi sumur-sumur lama peninggalan Chevron di WK CPP seluas sekitar 10.000 km2 tersebut.

“Sejak 2019 terdapat sebanyak 16 sumur development setiap tahunnya. Sehingga tingkat produksi migas PT BSP terus meningkat,” terangnya.

Keberhasilan manajemen PT BSP menata perusahaan dan meningkatkan angka produksi juga berdampak positif terhadap deviden yang diterima oleh para pemegang saham, yang terdiri dari lima kabupaten/kota serta Provinsi Riau.

“Pada tahun 2023, total deviden yang dibagikan kepada pemilik saham senilai Rp3,5 triliun” ungkap Adrian. Menurut Adrian, PT BSP merupakan BUMD dengan kepemilikan saham dari Pemerintah Provinsi Riau sebesar 18,07 persen, Pemerintah Kabupaten Siak 72,29 persen, Pemerintah Kabupaten Kampar 6,02 persen, Pemerintah Kabupaten Pelalawan 2,41persen, dan Pemerintah Kota Pekanbaru 1,21 persen.

Sebagai lokomotif pembangunan daerah dan provinsi, PT BSP terus berkomitmen memberikan kontribusi di berbagai sektor, seperti pembinaan UMKM dan ekonomi kreatif, penyerapan tenaga kerja putra daerah untuk mengurangi angka pengangguran, kerja sama dengan perguruan tinggi dan pesantren dalam rangka meningkatkan kualitas SDM serta program beasiswa mahasiswa S1-S2 tahun 2024.

“Saat ini dibatasi universitas-universitas di Indonesia. Sedangkan untuk mahasiswa yang kuliah di luar negeri, belum kita berikan beasiswa,” ujarnya. BSP, lanjutnya telah berperan memacu pertumbuhan ekonomi daerah. “PT Bumi Siak Pusako terus berupaya melakukan inovasif berkelanjutan,” ujarnya.(ilo)

Editor : Rindra Yasin
#PT BSP #sps riau #pekanbaru