Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Modal Judol dari Utang Pinjol, Kalah Total Gagal Bayar hingga Depresi, Marak di Puskesmas di Surabaya

Redaksi • Sabtu, 21 Desember 2024 | 12:42 WIB
Ilustrasi pinjaman online (pinjol.
Ilustrasi pinjaman online (pinjol.

 

RIAUPOS.CO - Sejumlah Puskesmas di Surabaya, Jawa Timur tangani kasus pasien depresi gara-gara pinjol.

Awalnya utang pinjaman online online (pinjol) untuk modal judi online (judol) dengan harapan bisa menang dan bayar utang pinjol.

Namun kenyataan jauh dari harapan, kalah judol, utang pinjol tak terbayar hingga berbunga bunga dan membuat sang peminjam depresi berat.

Saking masifnya, jejak pasien depresi bahkan bisa ditelusuri sampai ke puskesmas.

Dilansir dari Jawapos.com, di Puskesmas Siwalankerto, Surabaya, misalnya. Sepanjang 2024, sudah ada dua kasus yang ditangani akibat judol.

Gejala-gejala depresi mulai terlihat sehingga puskesmas melakukan rujukan ke rumah sakit.

Psikolog Puskesmas Siwalankerto Ignatius Reza Alriyanto mengatakan, dua pasien yang ditangani menunjukkan kasus emosi tidak terkontrol. Ketika marah, melampiaskan emosinya dengan melempar-lempar barang.

”Tidak sampai ada kekerasan dalam rumah tangga. Satu pasien belum menikah, sedangkan satunya menghindari dari keluarga,” jelasnya.

Reza menambahkan, ada beberapa gejala depresi yang harus segera mendapatkan pelayanan profesional.

Mulai melukai diri sendiri, emosi tidak terkontrol, halusinasi, sulit tidur hingga lebih dari satu bulan, tidak berselera makan lebih dari dua minggu, bicara sendiri, hingga takut bertemu orang.

Setelah didalami, kedua pasien mengakui sudah lama bermain judol. Salah seorang pasien bahkan terlilit pinjol karena tak ada lagi relasinya yang mau meminjamkan uang.

”Sudah dikejar debt collector juga. Sehingga stres yang dirasakan makin berat,” imbuhnya.

Di puskesmas lain, juga di Surabaya, Puskesmas Wonokusumo, Kepala Puskesmas Dhania Rahmawati mengatakan bahwa dalam sebulan sekitar 20 warga melakukan konsultasi kejiwaan ke poli psikologi. Pasien kebanyakan perempuan dengan usia 30–40 tahun.

Mereka datang dengan berbagai persoalan berbeda. Di antaranya, persoalan keluarga seperti adanya orang ketiga dalam pasangan suami istri (pasutri). Persoalan tersebut membuat pasien depresi dan butuh pendampingan serius.

”Kemudian, juga stres akibat diomelin sama suami. Keseringan dimarahi suami membuat pasien mengalami kecemasan yang tinggi,’’ kata Dhania.

Reza mengatakan, dukungan keluarga juga jadi salah satu faktor pasien datang ke puskesmas.

Sumber: Jawapos.com

Editor : M. Erizal
#judi online #pinjaman online #utang pinjol #judol