Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Daya Beli Turun, Pelaku Usaha Manfaatkan Medsos Tarik Minat Pembeli

Redaksi • Rabu, 16 April 2025 | 10:34 WIB
Penjual dan pembeli berbincang pada sebuah usaha retail modern di bidang penyediaan kebutuhan rumah di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Penjual dan pembeli berbincang pada sebuah usaha retail modern di bidang penyediaan kebutuhan rumah di Jakarta, beberapa waktu lalu.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penjualan secara online (e-commerce) berdampak signifikan pada pelaku usaha. Apalagi di tengah turunnya perekonomian nasional saat ini. Direktur Utama PT Karya Jaya Sembilan Bersaudara Ardi Arahman optimistis usaha retail modern di bidang penyediaan kebutuhan rumah tangga tak terdampak turunnya daya beli masyarakat.

”Sejak awal dibuka target terpenuhi bahkan lebih dari 30 persen,” ungkap Ardi Arahman di sela-sela pembukaan gerai KJ Perabot di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (15/4).

Menurut dia, e-commerce melalui berbagai platform digital sangat membantu penjualan. Apalagi keberadaan media sosial (medsos) berperan besar mendorong minat pembeli berkunjung secara offline.

”Di era sekarang semua serba digital, tetapi kami tidak meninggalkan pembelian secara langsung (offline),” kata Ardi Arahman.

”Peran media sosial kami akui memberikan variasi bagi pelaku usaha, sehingga calon pembeli semakin tertarik datang langsung ke gerai kami,” sambung dia.

Dia menyebut, keberada­an e-commerce marketplace mampu meningkatkan om­set penjualan hingga 30 persen. Kendati produk kebutuhan rumah tangga lebih banyak disukai pembeli secara offline. ”Kalau minat pembeli sih, cenderung lebih suka datang langsung. Mereka bisa melihat langsung, memegangnya dan memilihnya,” ucap Ardi Arahman.

Dia mengingatkan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari kalangan milenial harus berani keluar dari zona nyaman. Karena untuk membentuk sebuah brand menjadi besar dibutuhkan ketekunan dan kerja keras.

”Brand kami besar saat ini juga melalui proses, sudah 50 tahun kami merintis usaha ini,” terang Ardi Arahman.

Dia menambahkan, pihaknya komitmen kuat dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dengan melakukan kerja sama dengan berbagai pengrajin dan produsen lokal menghadirkan produk berkualitas tinggi.

”Pemenuhan produk kami dari UMKM tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar tetapi juga membantu mengembangkan ekosistem bisnis yang berkelanjutan,” ujar Ardi Arahman.
KJ Perabot lebih dikenal sebagai toko perabot yang memiliki keindahan dalam penataan interior toko dengan ribuan pilihan produk. Mulai dari furnitur, perlengkapan elektronik, perlengkapan makan, perlengkapan dapur, alat kebersihan hingga produk kerajinan hasil tangan anak bangsa.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
#perekonomian nasional #pelaku usaha #e comerce #Pemanfaatan Medsos Secara Bijak