Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tekan Inflasi, Pemko Pekanbaru Kendalikan Harga Pangan

Tim Redaksi • Selasa, 7 Oktober 2025 | 11:05 WIB
Harga cabai merah yang mengalami lonjakan sejak sebulan terakhir, membuat angka inflasi di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan.
Harga cabai merah yang mengalami lonjakan sejak sebulan terakhir, membuat angka inflasi di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Harga cabai merah yang mengalami lonjakan sejak sebulan terakhir membuat angka inflasi di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan. Saat ini harga cabai merah asal Bukitinggi masih bertahan Rp100 ribu per kilogram di pasaran.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, ada kenaikan inflasi dibandingkan pada bulan lalu. Pekanbaru masuk dalam 10 kota di Indonesia yang mengalami kenaikan inflasi.

Agung memerintahkan dinas terkait untuk kembali menggelar pasar murah guna mengendalikan harga komoditi yang alami lonjakan harga. Pasar murah nanti bakal difokuskan untuk menjual cabai merah dan komoditi pangan lainnya.

“Jadi cukup tinggi, harga cabai merah tembus Rp100 ribu lebih. Kami harus memberikan subsidi ke masyarakat dalam pasar murah,” ujar Agung Nugroho, Senin (6/10).

Agung mengatakan, pihaknya akan segera menggelar pasar murah di 15 kecamatan yang ada. Komoditi pangan yang dijual nantinya di bawah harga pasaran. Agung tidak ingin angka inflasi semakin tinggi, sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian harga pangan.

Namun, Wako tidak mengetahui pasti kenaikan inflasi, namun dari laporan terakhir Pekanbaru menjadi salah satu kota dengan angka inflasi tinggi. “Sudah kita rapatkan secara maraton, dan besok sudah ada pergerakan di setiap kelurahan sudah mulai pasar murah, khususnya untuk komoditi yang saat ini harganya tinggi,” jelasnya.

Tertinggi Keempat Nasional Dalam pada itu, Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kota Tembilahan tertinggi keempat inflasi Year on Year (y-on-y) nasional diangka 6,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tercatat 111,07.

Kepala BPS Inhil Zulyadi menjelaskan, inflasi y-on-y Tembilahan dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, di antaranya makanan, minuman dan tembakau sebesar 11,54 persen.

Pakaian dan alas kaki sebesar 0,69 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,45 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,84 persen, kesehatan sebesar 2,46 persen, transportasi sebesar 1,36 persen, pendidikan sebesar 2,01 persen, penyediaan makanan/minuman (restoran) sebesar 1,54 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 17,68 persen.

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah rekreasi, olahraga, dan budaya dengan penurunan 0,25 persen. Selain itu, inflasi month to month (m-to-m) Tembilahan pada September 2025 tercatat sebesar 1,64 persen, sedangkan inflasi year to date (y-to-d) berada pada angka 4,86 persen.

Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Inhil Murni, Senin (6/10) mengatakan, setelah menerima laporan rilis BPS 1 Oktober lalu, pihaknya langsung turun ke sejumlah pasar tradisional untuk memastikan kondisi harga bahan pokok di lapangan. (ilo/*2)

 

Editor : Rindra Yasin
#wako pekanbaru #kenaikan inflasi #agung nugroho #harga cabai merah