TELUK KUANTAN (RIAUPOS.CO) - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Dr H Suhardiman Amby MM diwakili Wakil Bupati H Muklisin menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) II Asosiasi Kabupaten Penghasilan Sawit Indonesia (AKPSI) dan perayaan Hari Sawit Nasional di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (19/11).
Munas II AKPSI ini bertujuan untuk memperjuangkan peran daerah dalam arah kebijakan asosiasi dan mendorong Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang adil, melalui keterlibatan aktif bersama kepala daerah penghasil sawit seluruh Indonesia.
H Muklisin menegaskan, kehadiran Kuansing merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat posisi Riau sebagai provinsi dengan kontribusi sawit terbesar di Indonesia. Dengan luasan kebun sawit mencapai 3,49 juta hektare di Riau, Kuansing yang memiliki 274 ribu hektare tetap menjadi bagian penting dalam menentukan arah perjuangan daerah penghasil sawit.
Menurut Wabup H Muklisin, Kepala Daerah di Riau harus memiliki peran strategis di dalam AKPSI sebagai asosiasi yang menaungi kabupaten-kabupaten penghasil sawit di Indonesia. Ia menilai, perjuangan bersama diperlukan agar Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dapat dibagikan secara adil dan proporsional sesuai kontribusi daerah.
“Kita di Riau, termasuk Kuansing, adalah penyumbang perkebunan sawit terbesar di Indonesia. Maka sudah selayaknya kita berperan menentukan arah kebijakan AKPSI dan memperjuangkan DBH sawit yang adil dan merata. DBH yang kita terima saat ini masih minim, padahal sangat dibutuhkan untuk membangun daerah,” tutup Muklisin.
Seperti diketahui, dari bentangan 274 ribu hektare lebih perkebunan sawit di Kabupaten Kuansing, Kuansing hanya mendapatkan DBH sawit Rp16 miliar. Padahal, kalau dihitung, seharusnya Kuansing bisa mendapatkan hampir Rp200 miliar dari DBH sawit. Makanya lewat forum kabupaten penghasil sawit Indonesia ini, diharapkan ada bagi hasil yang proporsional kedepan.(gem)
Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan
Editor : Arif Oktafian