Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PT APGWI Berhasil Tingkatkan Produksi Wilayah Kerja West Kampar

Tim Redaksi • Senin, 26 Januari 2026 | 12:12 WIB

 

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto saat berkunjung ke Wilayah Kerja West Kampar, beberapa waktu yang lalu.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto saat berkunjung ke Wilayah Kerja West Kampar, beberapa waktu yang lalu.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PT APG Westkampar Indonesia (PT APGWI) sebagai operator yang mengelola Wilayah Kerja West Kampar kini genap beroperasi selama 3 tahun pada 26 Januari 2026. Berbagai capaian positif dalam mengelola WK West Kampar merupakan bukti komitmen dan konsistensi perusahaan dalam meningkatkan produksi yang sejalan dengan Nawacita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto. Capaian produksi dalam 3 tahun beroperasi menjadi capaian manis yang merupakan bukti kapabilitas perusahaan nasional dan anak bangsa dalam mengelola wilayah kerja migas.

Semenjak beroperasi, PT APGWI telah melakukan berbagai inovasi antara lain percepatan produksi dan lifting, optimalisasi operasi sumur dan kehandalan fasilitas produksi yang dimana inovasi-inovasi tersebut menjadi bagian penting capaian-capaian positif dari perusahaan. Hasilnya, dengan kolaborasi dan inovasi-inovasi tersebut Produksi PT APGWI dapat mencapai ±1.200 BOPD di tahun 2025.

General Manager PT APGWI Mohammad Yasin A menyampaikan, peningkatan produksi minyak PT APGWI yang dimulai dari ±200 BOPD pada masa awal re-aktivasi sumur pada akhir tahun 2023 menjadi ±1.200 BOPD di akhir tahun 2025 menjadi bukti bahwa PT APGWI terus berkembang dengan berbagai inovasi dan capaian serta sebagai bentuk komitmen tinggi dari perusahaan.

Apresiasi atas dukungan dan asistensi dari SKK Migas, khususnya perwakilan Wilayah Sumbagut, yang terus mengawal proses re-aktivasi hingga pengembangan sumur baru. Sinergi ini menjadi kunci bagi kami untuk mendukung target Pemerintah yaitu 1 Juta barel minyak per hari di tahun 2030,” ujar Yasin.

“Kami menyadari  tiga tahun merupakan waktu yang singkat bagi Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang masih Start Up untuk menunjukkan eksistensinya, namun berkat komitmen perusahaan dan didukung kualitas dan kapabilitas pekerja, PT APGWI mampu bersanding dengan KKKS yang sudah terlebih dahulu berkiprah di Wilayah Provinsi Riau dan Wilayah Sumbagut pada umumnya,” ungkap Yasin.

Lebih Lanjut Mohammad Yasin mengungkapkan, semenjak ditetapkan menjadi operator pada Wilayah Kerja West Kampar, PT APGWI langsung bergerak cepat untuk merealisasikan Komitmen Kerja Pasti (KKP)  lima tahun pertama. Tercatat sampai dengan saat ini PT APGWI mempunyai 13  sumur pengembangan di mana saat awal mengelola Wilayah Kerja West Kamar hanya ada  lima sumur eksisting sehingga praktis pada masa tiga tahun beroperasi, PT APGWI mampu melakukan pengeboran tambahan sebanyak  delapan sumur pengembangan.

Editor : Arif Oktafian
#produksi #West Kampar #Mohammad Yasin #PT APGWI