Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pabrikan Domestik Perkuat Investasi Baja Rendah Emisi

Tim Redaksi • Selasa, 27 Januari 2026 | 12:45 WIB

DODIET PRASETYO
DODIET PRASETYO


PURWAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tekanan pasar global yang makin menuntut produk ramah lingkungan mendorong industri baja nasional tancap gas. Bukan sekadar mengejar volume, pelaku usaha kini fokus mengembangkan baja bernilai tambah dan rendah emisi agar tetap kompetitif di pasar internasional.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dodiet Prasetyo mengatakan, baja menopang banyak sektor strategis, mulai permesinan, otomotif, galangan kapal, hingga energi. Data World Steel Association mencatat Indonesia berada di peringkat ke-14 produsen crude steel dunia pada 2024 dengan produksi 17 juta ton. Angka itu melonjak 98,5 persen dibandingkan 2019 yang masih 8,5 juta ton.

Dari sisi permintaan, konsumsi baja nasional juga terus meningkat. Angkanya naik dari 15,1 juta ton pada 2018 menjadi 17,6 juta ton pada 2023 dan diproyeksikan mencapai 19,6 juta ton pada 2025.

“Dengan proyeksi konsumsi mencapai 19,6 juta ton pada 2025, diperkuat proyek strategis nasional 2025-2029, kebutuhan terbesar berasal dari pembangunan kawasan industri dan KEK sekitar 12,4 juta ton serta proyek konektivitas jalan, rel, pelabuhan, bandara, dan utilitas kawasan sekitar 8,9 juta ton,” ujar Dodiet, Senin (26/1).

Kemenperin juga menekankan pentingnya peningkatan daya saing produk baja nasional, baik di pasar domestik maupun ekspor. Baja lapis beremisi rendah dinilai memiliki keunggulan kompetitif di tengah makin ketatnya standar keberlanjutan di negara tujuan ekspor.

Dorongan tersebut direspons produsen baja lewat ekspansi investasi. Salah satunya PT Tata Metal Lestari yang menggelontorkan dana Rp1,5 triliun untuk membangun fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 di Plant Sadang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Editor : Arif Oktafian
#domestik #kemenperin #investasi #pabrikan #baja