Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

IMF Puji Disiplin Fiskal Pemerintah Indonesia 

jpg • Jumat, 17 April 2026 | 13:08 WIB
PERRY WARJIYO. (JPG)
PERRY WARJIYO. (JPG)

 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gejolak global kian tak menentu. Namun, Indonesia justru dinilai tetap menjadi titik terang di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Bank Indonesia (BI) pun bergerak aktif meyakinkan investor global bahwa fundamental ekonomi nasional masih solid.

Dalam rangkaian IMF Spring Meetings 2026, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, kondisi ekonomi Indonesia tetap terjaga meski tekanan eksternal meningkat. Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan investor di New York dan Boston, Amerika Serikat. “Bauran kebijakan akan terus kami jaga konsisten dan responsif untuk memastikan stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. 

Kepercayaan tersebut juga datang dari International Monetary Fund (IMF). Lembaga tersebut bahkan menilai Indonesia sebagai salah satu bright spot di tengah perlambatan global. Penilaian itu didasarkan pada fundamental ekonomi yang kuat serta kebijakan yang kredibel.

Managing Director IMF Kristalina Georgieva mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makro. “Mulai dari disiplin fiskal dengan defisit di bawah 3 persen PDB hingga respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking,” ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergisitas Jaga Ketahanan Energi Daerah 
Jaga Stabilitas 

BI menjelaskan, strategi menjaga stabilitas dilakukan melalui pengelolaan suku bunga, intervensi pasar valas, serta penguatan likuiditas domestik. Langkah tersebut diperkuat sinergi dengan kebijakan fiskal pemerintah. 

“Selain itu, reformasi subsidi dan pengalihan belanja ke sektor produktif turut menjadi penopang pertumbuhan. Permintaan domestik juga masih menjadi motor utama ekonomi nasional,” tuturnya

Kuartal I Diproyeksikan Tumbuh 5,6 Persen

Sementara itu, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 berada di kisaran 5,4 hingga 5,6 per­sen secara tahunan. “Ini menunjukkan daya tahan ekonomi domestik masih cukup kuat,” ujarnya. 

Menurut dia, konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi masih menjadi pilar utama pertumbuhan. Sementara itu, dampak konflik geopolitik di Timur Tengah dinilai belum signifikan pada awal tahun.(mim/dio/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#perry warjiyo #imf #bank indonesia