JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tren penurunan bunga kredit perbankan diperkirakan masih berlanjut sepanjang tahun ini. Turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) serta membaiknya struktur pendanaan bank menjadi pendorong utama pelandaian bunga pinjaman.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan, rerata tertimbang suku bunga kredit rupiah pada Maret 2026 turun menjadi 8,76 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 sebesar 8,8 persen maupun posisi Maret 2025 yang masih berada di level 9,2 persen. “Penurunan bunga kredit terutama terjadi pada kredit produktif seperti kredit modal kerja dan kredit investasi,” ujarnya, kemarin.
Baca Juga: Maison Blush Wedding Showcase Sukses Digelar di Living World Pekanbaru
Menurut Dian, penurunan tersebut sejalan dengan turunnya biaya dana (cost of fund) dan kebijakan penurunan BI Rate dalam setahun terakhir. OJK mencatat BI Rate turun dari 5,75 persen pada Maret 2025 menjadi 4,75 persen pada Maret 2026. Penurunan itu ikut mendorong bunga dana pihak ketiga (DPK) rupiah melandai menjadi 2,66 persen.
Meskipun demikian, Dian menegaskan transmisi penurunan BI Rate ke bunga kredit membutuhkan waktu sehingga penurunan bunga pinjaman berlangsung bertahap. ”Karena itu, bunga kredit diperkirakan masih berada dalam tren menurun,” katanya.
Namun, penurunan bunga kredit dipastikan tidak akan seragam di setiap bank. Sebab, masing-masing perbankan memiliki strategi bisnis dan struktur biaya dana yang berbeda.(mim/dio/jpg)
Editor : Arif Oktafian