Likuiditas Perbankan Tetap Terjaga, BI Catat Operasi Moneter Rp837,11 Triliun

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 12:24 WIB
Destry Damayanti. (jpg)
Destry Damayanti. (jpg)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bank Indonesia (BI) menilai kondisi likuiditas perbankan nasional masih terjaga dan memadai untuk mendukung fungsi intermediasi perbankan dan penyaluran kredit ke sektor riil.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, ketahanan likuiditas perbankan tercermin dari pergerakan Indonesia Overnight Index Average (Indonia) atau suku bunga acuan transaksi antarbank yang menunjukkan penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

”Hal ini tercermin dari Indonia yang merupakan gambaran suku bunga antar bank, yang sempat mencapai 6,62 persen pada 18 Juni 2026 turun menjadi 6,17 persen pada 16 Juli 2026,” kata Destry dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (18/7).

Menurut Destry, penuru­nan Indonia mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank.

Baca Juga: Sentimen Positif  Domestik, IHSG Diprediksi Menguat

Sehingga keperluan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar uang yang tetap memadai.

Kondisi ini dipengaruhi strategi ekspansi likuiditas oleh Bank Indonesia melalui berbagai instrumen moneter seperti repo, swap, dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

”Per 16 Juli, ekspansi likuiditas BI melalui operasi moneter tercatat sebesar Rp837,11 triliun. Strategi ekspansi tersebut juga mendukung pertumbuhan uang primer (M0) yang terjaga double digit, yaitu 12,8 persen (yoy) pada akhir Juni 2026,” jelasnya.

Selain kecukupan likuiditas, BI juga terus memperkuat komunikasi intensif dengan perbankan agar hambatan distribusi likuiditas antar bank dapat teratasi dengan risiko yang terkelola dengan baik.

Baca Juga: Hyundai Sales in Service, Banyak Promo dan Benefit

Selain itu, upaya pengembangan pasar uang juga terus dilakukan berkolaborasi dengan asosiasi pasar, perbankan, dan otoritas lainnya, agar tercipta pasar uang yang dalam, likuid, dan efisien.

”Surveilans dan pengawasan terus diperkuat dalam penegakan ketentuan dan memastikan perilaku pasar selalu dalam koridor yang wajar,” jelasnya.

Ke depan, lanjut dia, BI akan terus memonitor dan memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

”Strategi ini juga terus diperkuat agar distribusi likuiditas antar bank terjaga baik sehingga dapat mendukung proses proses pembentukan suku bunga secara efisien dan memperkuat efektivitas kebijakan moneter,” pungkasnya.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
Likuiditas Perbankan bi bank indonesia