Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sentimen Positif  Domestik, IHSG Diprediksi Menguat

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Hans Kwee. (jpg)
Hans Kwee. (jpg)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tekanan dari pasar global masih menjadi bayang-bayang bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meskipun demikian, peluang penguatan belum sepenuhnya tertutup. Hal itu ditopang sentimen positif dari dalam negeri seperti penguatan rupiah, peringkat kredit Indonesia yang tetap terjaga, hingga reformasi kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan IHSG bergerak dengan area support di kisaran 6.079–6.002 dan resistance pada level 6.226–6.377.

Advertisement

Menurut Hans, tekanan terhadap pasar saham glo­bal masih dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor global mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih aman. ”Gangguan lalu lintas di Selat Hormuz membuat investor kembali memburu aset safe haven,” ujarnya, Ahad (19/7).

Meningkatnya tensi Amerika Serikat-Iran kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia. ”Kenaikan harga minyak berpotensi memicu inflasi sehingga membuka peluang kenaikan suku bunga,” katanya.

Advertisement

Dari dalam negeri, rupiah justru menunjukkan penguatan meski dolar AS ikut menguat akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Sentimen positif datang dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level investment grade.

Pasar juga mendapat katalis dari langkah BEI yang menyempurnakan metodologi penetapan high shareholding concentration (HSC) dengan menambahkan indikator price impact ratio. 

”Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan kualitas pasar sekaligus menjadi nilai tambah dalam evaluasi indeks MSCI pada November mendatang,” tuturnya.

37 Saham Baru Masuk Kategori HSC

Sementara itu, BEI memperkuat reformasi transpa­ransi pasar melalui penyempurnaan metodologi penetapan saham berkategori HSC. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menjelaskan, metodologi baru menambahkan indikator price impact ratio bagi saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Indikator tersebut mengukur besarnya perubahan harga dibandingkan tingkat aktivitas perdagangan atau velocity.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

IHSG Berpeluang Menguat

IHSG Berpeluang Menguat

IHSG berpeluang menguat didukung sentimen AI, ekonomi Indonesia, dan prospek pasar meski masih dibayangi ketidakpastian global.

IHSG Berpeluang Tembus ke Level 6.000

IHSG Berpeluang Tembus ke Level 6.000

IHSG berpotensi menembus level 6.000 didorong sentimen global dan stabilnya harga minyak dunia.

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

IHSG diperkirakan menguat terbatas di tengah tekanan global, suku bunga AS, dan ketidakpastian geopolitik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer